SATUMEDIA.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian wilayah Jawa Barat akan mengalami hujan kategori tinggi-sangat tinggi (>150 mm/dasarian) pada November 2024.
Menghadapi curah hujan tinggi di awal musim peralihan dari kemarau ke hujan, Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat Ade Zakir Hasyim mengingatkan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Curah hujan yang tinggi berpotensi memicu berbagai macam bencana alam seperti, banjir, longsor, dan angin kencang,” kata Ade Zakir, Senin (4/11/2024).
Diketahui, wilayah KBB termasuk rawan bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, hingga angin kencang. Untuk daerah rawan longsor, hanya 4 kecamatan dari total 16 kecamatan yang tidak masuk kategori rawan.
Berdasarkan data dari BPBD KBB, kecamatan yang masuk kategori rawan
bencana hidrometeorologi adalah Rongga, Gununghalu, Cipongkor, Sindangkerta, Cililin, Cipatat Saguling, Cisarua, Parongpong, Lembang, dan Ngamprah. Sedangkan empat kecamatan lainnya, yaitu Batujajar, Padalarang, Cipeundeuy, dan Cikalongwetan potensi bencana hidrometeorologinya lebih rendah.
“Kami terus mengimbau masyarakat akan potensi bencana hidrometeorologi pada masa peralihan dari kemarau ke musim hujan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kejadian bencana angin kencang dan longsor sudah terjadi di pekan lalu. Di Kecamatan Sindangkerta dan Cipongkor terjadi angin kencang, sementara di Cikalongwetan terjadi longsor dan angin kencang.
“Tentunya ini menjadi peringatan kepada kita. Oleh karenanya, saya ingatkan kepada aparat kewilayahan seperti camat dan kepala desa untuk siap siaga menghadapi bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya tengah memproses untuk menerbitkan status kesiapsiagaan potensi bencana hidrometeorologi.
“Antisipasi sangat diperlukan, demi mencegah jatuhnya korban jiwa dan meminimalisir kerugian materi,” tukasnya.(Diskominfotik KBB).**





