SATUMEDIA.ID – Calon Bupati Bandung Barat Didik Agus mengatakan kehadirannya memenuhi undangan Kadin Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada acara Dialog Terbuka Paslon Bupati dan Wakil Bupati menjadi momen yang baik bagi dirinya.
“Ini salah satu momen yang baik, bagi calon kepala daerah bertemu dengan kalangan dunia usaha yang tergabung dalam Kadin KBB. Bagaimana pun juga membangun Bandung Barat tidak bisa hanya oleh pemerintah tapi dilakukan secara pentahelix,” kata Didik usai mengikuti Dialog Terbuka yang digelar Kadin KBB di Lembang, Rabu (13/11/2024).
Oleh karena itu, lanjut Didik, dirinya menyempatkan diri hadir di acara yang digagas Kadin KBB tersebut. Menurutnya, pengusaha merupakan bagian dari unsur pentahelix.
“Pentahelix melibatkan lima komponen penting. Yakni, pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media. Lima unsur inilah yang selalu dilibatkan dalam proses perencanaan, implementasi, hingga evaluasi pembangunan daerah berkelanjutan,” tutur calon Bupati dari Paslon DILAN .
Menurutnya, Bandung Barat membutuhkan titik pertumbuhan ekonomi baru. Sehingga bisa membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk dapat bekerja.
“DILAN mempunyai program KBB menjadi daerah ramah investasi dengan memudahkan proses perizinan, fasilitasi juga ada insentif khusus. Kita juga akan mengembangkan kawasan industri terpadu dengan menentukan kawasannya dengan menyiapkan IPAL, listrik, air serta fasilitasi lainnya sehingga investor akan nyaman tidak usah diurus sendiri, itu yang akan kita lakukan,” tuturnya.
Di tempat yang sama, Dewan Pakar Kadin KBB, Ranran Rahardja mengatakan acara tersebut merupakan momen sangat penting untuk memikat hati para pengusaha di Bandung Barat yang memiliki ratusan hingga ribuan pekerja dan buruh.
“Sebenarnya ini menjadi ajang kampanye gratis, pengusaha di Kadin itu punya anak buah, pekerja. Misalnya yang bekerja di sektor konstruksi saja, satu perusahaan itu mereka punya 3-5 mandor yang membawahi sampai 50 orang anak buah, belum sektor industri. Buruh-buruh itu kan kebanyakan warga Bandung Barat,” kata Ranran.
Lebih jauh, dialog antara Kadin dengan calon bupati-wakil bupati ini sekaligus untuk mewadahi para pengusaha di Bandung Barat agar lebih memajukan pembangunan di daerah sendiri.
“Pengusaha Bandung Barat jangan hanyan jadi penonton, mereka yang bermain di APBD misalkan, mereka hanya jadi penonton karena yang melaksanakan orang luar. Ini jangan sampai terjadi kedepannya,” tandasnya.*





