Kadin KBB Beres-beres Internal, PAW-Kan 8 Pengurus

Ketua Kadin KBB, Syamsul Ma'arif (Dicky Mawardi. (Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan pembenahan internal. Tak tanggung-tanggung 8 pengurus yang dipandang tidak loyal digantikan.

“Alhamdulilah, hari ini Kadin KBB sudah melaksanakan Pergantian Antarwaktu (PAW). Rapimkab I dan Pengukuhan Kadin KBB Periode 2024-2024,” kata Ketua Kadin KBB, Syamsul Ma’arif di Grand Hani Lembang, Selasa (27/5/2025).

Ia menyebut ada 8 pengurus yang diganti karena dinilai sudah tidak sejalan dengan organisasi. Melalui pengurus pengganti bisa membuat Kadin KBB lebih solid.

“Selain dari sisi sumber daya manusia (SDM) pembenahan di internal Kadin KBB juga bakal dilakukan dari sisi manajerial dan official.Kebutuhan inilah yang menjadi dasar adanya pergantian pengurus baru yang sebelumnya Pergantian Antarwaktu (PAW). Di Rapimkab ini saya ingin ada orientasi organisasi,” paparnya.

Ia menegaskan, orientasi organisasi ini tujuannya untuk memperkuat pemahaman organisasi dan Kadin itu sendiri.

“Mudah-mudahan dengan adanya pengurus baru PAW dalam Rapimkab dan orientasi ini bisa menghasilkan pengurus-pengurus yang menguasai betul tentang organisasi Kadin dan diharapkan efeknya bisa bekerja secara profesional,” tuturnya.

Ia menjelaskan, dasar dilaksanakannya Rapimkab I ini karena permasalahan utama berkaitan dengan SDM pengurus Kadin KBB sendiri.

Kemudian, sambung Syamsul, program-program inilah yang dibahas, dikaji, dirumuskan dan ditetapkan dalam Rapimkab I ini.

Sementara itu, sejak dirinya mendapatkan SK sudah mengusulkan program strategis, yakni Revolusi Industri Olahraga (Rio), Revolusi Industri Seni Budaya (Risda) dan Revolusi Industri Pariwisata (Ripa).

“Kami berharap industri olahraga dan industri seni budaya bisa berkolaborasi dengan sektor pariwisata yang targetnya menciptakan peluang usaha baru di bidang seni budaya dan olahraga,” ujarnya.

Diharapkan bisa menghasilkan pengusaha-pengusaha baru di bidang olahraga dan seni budaya. Pasalnya, KBB punya potensi luar biasa di olahraga dan seni budaya.

Hanya saja, belum profitable atau belum berorientasi industrialisasi dan masih sebatas hobi dan event-event tertentu.

Ia berharap dari Kadin bisa menciptakan dan mengorbitkan pengusaha-pengusaha baru yang mengangkat nilai seni budaya dan berefek pada perekonomian yang diharapkan bisa berkolaborasi dengan sektor pariwisata.

Untuk sementara ini, ungkap Samsul, baru dua program yakni Rio dan Rispa sudah dijalankan sementara Risda belum. Oleh karena itu, untuk pelaksana project plan pihaknya menunjuk PT Panglima Gemilang untuk menjalankan tiga program strategis Kadin KBB ini.

“Harapan saya tidak hanya PT Panglima karena perusahaan ini hanya sebagai project plan saja. Dengan adanya seni budaya dan olahraga yang produktif, bahkan profit bisa merangsang masyakarat dan pihak lain bahwa di seni budaya bisa jadi sektor usaha dan menghasilkan uang, bisa menggerakan ekonomi,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum Kadin Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi mengapresiasi langkah yang dilakukan Kadin KBB karena ini merupakan Rapimkab yang pertama di mana sesuai dengan amanat Undang-Undang organisasi Kadin bahwa setiap kota/kabupaten harus melaksanakan Rapimkab sekurangnya satu kali dalam satu tahun.

“Eksistensi dari Kadin KBB ini sangat luar biasa, sinergitas antara Kadin KBB bersama stakeholder yang ada, seperti pemerintah, TNI-Polri maupun kejaksaan ini luar biasa..Oleh karena itu, kami bakal memberikan dukungan agar pertumbuhan perekonomian di Bandung Barat bisa segera mencapai 8 persen sesuai amanat dari Presiden RI Prabowo Subianto,” tutur Almer.*

Pos terkait