SATUMEDIA.ID – Tinggal hitungan hari lagi atau tepatnya 27 Nopember 2024 rakyat Indonesia akan memilih Gubernur, Wali Kota dan Bupati yang baru.
Menurut KPU, Pilkada Serentak 2024 akan diikuti 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota. Dari 1.553 calon yang ditetapkan terbagi atas rincian 103 pasangan calon gubernur-wakil gubernur, 1.166 pasangan calon bupati-wakil bupati dan 284 calon wali kota-wakil wali kota. Selain itu, ada sebanyak 53 pasangan yang berasal dari jalur perseorangan.
Pilkada adalah salah satu implementasi nyata dari nilai-nilai demokrasi dan nomokrasi yang menjadi paradigma dalam perubahan UUD 1945. Sebagai negara demokrasi yang berlandaskan hukum, perubahan UUD 1945 menegaskan pentingnya kedaulatan tertinggi yang berada di tangan rakyat.
Pilkada memberikan kesempatan kepada rakyat untuk secara langsung memilih pemimpin mereka, baik di tingkat presiden/wakil presiden maupun kepala daerah, sehingga memastikan bahwa kekuasaan tetap berada di tangan rakyat.
Dalam konsep demokrasi, rakyat dikonstruksikan sebagai pemilik kedaulatan tertinggi dalam sistem ketatanegaraan. Mereka memiliki wewenang untuk menunjuk wakil-wakilnya di badan legislatif dan eksekutif. Namun, untuk menjaga kepentingan masyarakat, pelaksanaan demokrasi ini diikat oleh norma-norma konstitusi.
Stasiun televisi hari-hari ini dipenuhi acara debat paslon baik Gubernur, Wali Kota dan Bupati. Masyarakat disuguhi visi, misi dan janji-janji kampanye paslon. Untuk membantu anda memilih Gubernur, Walikota dan Bupati yang mumpuni dapat dimulai dengan melihat jejak digital paslon.
Cukup masukkan nama paslon anda di Youtube anda dapat melihat rekam jejak mereka. Selain itu untuk mencari paslon yang mumpuni ada baiknya Anda dapat merujuk pada teladan dan kepimpinan Rasullulah SAW.
Mulai dari sifat kepemimpinan Rasulullah SAW yaitu Shiddiq’. Artinya sifat jujur, benar adanya . Karena itu, ketika mensifati Nabi Ismail, Allah berfirman: “Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.” (QS. Maryam [19]: 54). Pilihlah yang engkau suka dan senangi.”Terkait masalah kebenaran dan kejujuran ini, Rasulullah SAW pernah bersabda:ا“Kalian harus berlaku jujur, karena kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan. Dan kebaikan akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa jujur dan memelihara kejujuran, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur di sisi Allah.” (HR. Muslim) .
Selanjutnya paslon hendaknya Amanah . Sifat Rasulullah SAW dengan karakter amanah, atau dipercaya (al-amin) dicatat dalam berbagai kitab-kitab Hadis. Salah satunya adalah Kitab Sahih al-Bukhari yang berkisah tentang kekhawatiran Rasulullah SAW pada saat menerima wahyu pertama. Istri Rasulullah SAW, Sayyidah Khadijah RA menyatakan :“Tidak perlu khawatir, (wahai suamiku), berbahagialah dan tidak perlu bersusah hati, sesungguhnya Allah SWT tidak akan pernah membuatmu menjadi terhina, sama sekali, karena kamu. Sungguh, selalu menyambung persaudaraan, berkata jujur, menanggung orang yang banyak beban, membantu orang miskin, menghormati tamu, dan mengatasi kesulitan secara benar” (Sahih al-Bukhari). Contoh sifat Rasulullah SAW yang amanah , ketika Rasulullah SAW hendak hijrah ke Madinah. Rasulullah SAW gunakan untuk mengembalikan semua barang-barang orang Quraish, yang tentu saja tidak beriman, yang mereka titipkan kepada Rasulullah SAW
Sifat lain dari Rasulullah SAW hendaknya menjadi acuan adalah Fathonah yang artinya cerdas. Sebagai paslon Gubernur, Walikota dan Bupati tentunya harus mempunyai sifat fathonah seperti Rasulullah SAW , karena mereka harus mampu memberikan argumen, pendapat serta komunikasi yang baik untuk mengajak umatnya ke jalan yang benar. Rasulullah SAW berperan sebagai tokoh Islam, pemimpin, pebisnis, panglima perang hingga politisi.
Sebagai utusan Allah SWT, para Rasul mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kebenaran pada masing–masing umat. Allah berfirman dalam Surat Al–An’am (48) yang berbunyi:“Mereka itulah orang–orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al Qur’an)”. Al–Qur’an tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh umat. ”Apabila mencontoh sifat nabi tadi memang terasa berat bagi paslon gubernur, walikota dan bupati karena beda zamannya namun yang utama dan diharapkan adalah substansi dari sifat shiddiq, amanah adan fathonah.
Misalnya setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang pimpinan daerah adalah pemimpin atas rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Selalu menerapkan akhlak mulia dalam setiap tindakannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk saat memimpin.
Rasulullah SAW merupakan pribadi yang menyenangkan, santai dan terbuka, mudah berkomunikasi dengan siapa pun, lemah lembut dan sopan, tidak keras dan tidak terlalu lunak, tidak pernah mencela, tidak pernah menuntut dan menggerutu, tidak mengulur waktu dan tidak tergesa-gesa.
Memimpin dengan penuh rasa empati. Selalu mengedepankan keteladanan dalam memimpin, memberikan contoh dalam segala hal. Menjaga akhlakul karimah sangat berperan dalam kepemimpinan, karena seorang cenderung meniru dari apa yang dapat dilihatnya.
Memberi teladan karena sifat rendah hati. Beliau tidak pernah memandang kedudukannya lebih tinggi dibandingkan orang lain. Beliau selalu menganggap derajat manusia adalah sama di hadapan Allah SWT, dan ketakwaanlah yang menjadi pembedanya.*
*Penulis Dede Supriatna alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM.

