SATUMEDIA.ID – Jumlah perawat di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang membuka praktik keperawatan mandiri masih sedikit. Diperkirakan dari 2.120 perawat yang terdata di Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) KBB, yang sudah membuka praktik mandiri kurang dari 1 persen.
Pernyataan itu diungkapkan Ketua DPD PPNI KBB, Hadits Shihatul Rahmat didampingi Ketua Divisi Hubungan Antar Lembaga Iyan Nurdiansah usai acara Pelantikan Pengurus dan Training of Trainer (TOT) Terintegrasi Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) KBB Periode 2024-2029 “Bangkit Bersama Maju Bersama” di Ngamprah, Minggu (28/4/2024).
“Saat ini masih sedikit perawat yang memberikan pelayanan keperawatan di tempat praktik mandiri. Data resminya memang belum ada, tapi diperkirakan di bawa 1 persen,” kata Hadits.
Padahal, diakuinya, kebutuhan akan pelayanan keperawatan di tempat praktik mandiri terus meningkat. Ia menyebut, sebenarnya bekam, akupuntur, herbal masuk perawatan holistik yang bisa dilakukan praktik mandiri.
“Dengan praktik mandiri keperawatan, perawat bisa membuka klinik,” katanya.
Lebih jauh diungkapnya, langkah awal PPNI di bawah kepengurusannya dengan melakukan pendataan jumlah perawat yang riil. Bisa jadi dari data 2.120 perawat, jumlah yang aktif kurang dari itu.
“Mungkin jumlahnya berkurang karena ada yang meninggal atau pindah domisili. Makanya perlu dilakukan pendataan ulang dengan cara kami akan langsung berkoordinasi ke 13 Dewan Pengurus Kecamatan (DPK),” tuturnya.
Ia pun mengungkapkan, dari data 2.120 perawat bertugas di RSUD, puskesmas, instansi kesehatan, sampai swasta. Namun dari total jumlah tersebut sebagai besar bukan berstatus aparatur sipil negara (ASN) .
“Makanya kami mendorong kepada pemerintah agar terus melakukan penambahan untuk formasi tenaga kesehatan baik PNS maupun PPPK,” tandasnya.
Selain itu, lanjutnya, dengan konsolidasi ke DPK untuk menyerap usulan dari bawah sebagai bahan program kerja 5 tahun ke depan.
“Kami menyerap usulan dari setiap DPK sebagai bahan untuk menentukan program 5 tahun ke depan pengurus PPNI KBB periode 2024-2029,” tandasnya.*
