SATUMEDIA.ID – Hyundai Motor Company memasang target besar untuk tahun 2030: menjual 5,55 juta kendaraan secara global, dengan kendaraan listrik (EV) ditargetkan menjadi tulang punggung pertumbuhan. Perusahaan memperkirakan 60 persen penjualan—setara 3,3 juta unit—akan berasal dari EV, terutama melalui lonjakan permintaan di Amerika Utara, Eropa, dan Korea Selatan.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, Hyundai memperkuat strategi elektrifikasi dengan memperluas portofolio hybrid menjadi lebih dari 18 model hingga 2030. Langkah besar juga akan datang dari Genesis, brand mewah Hyundai, yang mulai 2026 akan merilis lini hybrid pertamanya.
Merayakan satu dekade kiprahnya, Genesis kini masuk jajaran 10 merek premium global teratas, dengan penjualan kumulatif menembus 1 juta unit di lebih dari 20 negara. Brand ini menargetkan penjualan tahunan 350.000 unit pada 2030, sembari memperluas pengaruh di Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Korea Selatan, China, hingga negara-negara berkembang.
Genesis juga tengah memperkuat identitas performanya lewat peluncuran GV60 Magma, model performa tinggi pertamanya. Selain itu, Genesis akan menghadirkan model Extended Range Electric Vehicle (EREV) dan hybrid sebagai bagian dari percepatan elektrifikasi.
Hyundai terus memperluas jejaring kolaborasi untuk memperkuat posisinya di industri mobilitas masa depan. Sejak menghadirkan kanal penjualan di Amazon, jumlah pelanggan meningkat lebih dari 41 persen. Kemitraan dengan Waymo dan General Motors pun berjalan paralel, mencakup uji coba kendaraan di jalan raya dan pengembangan bersama lima model baru.
Inisiatif Hyundai di bidang robotika juga menjadi pilar penting, menandai ambisi perusahaan untuk melampaui batas-batas sektor otomotif tradisional.
Presiden dan CEO Hyundai Motor Company, José Muñoz, menyampaikan arahan strategis perusahaan untuk 2026 dalam acara di kantor Hyundai Motor di Gangnam, Seoul, yang dihadiri 200 karyawan serta peserta daring.
Dalam sambutannya, Muñoz menegaskan pentingnya fleksibilitas, inovasi, dan kesiapan menghadapi perubahan cepat industri otomotif.
“Industri otomotif berubah lebih cepat daripada sebelumnya. Namun saya lebih yakin dari sebelumnya bahwa kita mampu menghadapi tantangan itu. Kesuksesan kita pada 2025 membuktikan kemampuan adaptasi yang sudah tertanam kuat dalam organisasi,” ujarnya dikutip dari laman resmi Hyundai, Rabu (19/11/2025).
“Menuju 2026 dan seterusnya, kekuatan kita ada pada kualitas dan keamanan produk, strategi fleksibel untuk berbagai pasar, serta talenta para karyawan. Kemitraan dan investasi inovasi menempatkan Hyundai sebagai pemimpin mobilitas masa depan,” sambungnya.
Sementara itu, Executive Vice President and Head of Global Operations Division,
Yeong Ho Lee, membahas meningkatnya daya saing produsen mobil China di pasar global.