SATUMEDIA.ID – PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) resmi melepas ekspor perdana dua model andalannya sekaligus, Suzuki Fronx dan Suzuki Satria, dalam sebuah seremoni di Plant Cikarang. Langkah ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pusat produksi dan ekspor utama Suzuki untuk kawasan Asia Tenggara.
President Director PT SIM–PT SIS, Minoru Amano, menyebut agenda ini sebagai momentum penting bagi industri otomotif nasional.
“Ekspor perdana Fronx dan Satria adalah bukti kesiapan Indonesia bersaing di pasar internasional. Kami memproduksi kendaraan berstandar global yang memenuhi regulasi negara tujuan. Ini menegaskan peran Indonesia sebagai basis produksi strategis Suzuki di Asia Tenggara,” ujar Minoru Amano dikutip dari laman Suzuki, Senin (24/11/2025).
Kehadiran Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, memberikan dukungan penuh terhadap langkah strategis tersebut. Pemerintah menilai inisiatif ekspor Suzuki sejalan dengan upaya memperkuat daya saing manufaktur nasional, khususnya di tengah dinamika industri otomotif global.
Jenama asal Jepang yang telah lama membangun industri di Indonesia ini menargetkan bisa mengapalkan Fronx sejumlah 30.000 unit serta Satria sebanyak 150.000 unit. Angka tersebut dihitung mewakili target volume kumulatif pengiriman ke luar negeri sampai dengan tahun 2027.
Di tahap awal, Suzuki mengarahkan dua model ini ke berbagai negara di Asia Tenggara. Fronx dipilih karena tingginya permintaan global terhadap SUV kompak, sementara Satria tetap menjadi ikon motor performa yang diminati banyak pasar luar negeri.
Dua model ini juga membawa kebanggaan tersendiri bagi industri komponen dalam negeri. Suzuki menyebut Fronx memiliki tingkat kandungan lokal (TKDN) sekitar 63%, sementara Satria mencapai sekitar 82% menunjukkan kesiapan rantai pasok lokal dalam memenuhi standar kualitas global.
Minoru Amano kembali menegaskan komitmen perusahaan terhadap investasi dan ekspor dari Indonesia.
“Setiap unit yang kami kirimkan adalah representasi kompetensi industri dan kualitas tenaga kerja Indonesia. Ekspor ini memperluas jejak global Suzuki sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi pemasok lokal dan perekonomian nasional. Kami akan terus memperkuat posisi Indonesia di panggung otomotif dunia,” katanya.
Suzuki bukan pemain baru dalam aktivitas ekspor. Sejak 1993, perusahaan telah mengirimkan Carry Futura dan RC100 ke berbagai negara sebuah jejak panjang yang menunjukkan konsistensi dan keseriusan Suzuki dalam menjadikan Indonesia sebagai bagian penting dari rantai produksi global.*