Cimahi Genjot Pengolahan Sampah: Bangun Fasilitas RDF Baru dan Tingkatkan Kapasitas TPST Santiong

Ilustrasi pengangkutan sampah.(Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terus mempercepat berbagai langkah strategis untuk menekan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Upaya terbaru dilakukan melalui pembangunan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) baru di wilayah Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, yang diproyeksikan mampu mengolah sedikitnya 10 ton sampah per hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, mengatakan proses pengadaan alat RDF tersebut kini memasuki tahap persiapan akhir. “Sekarang sedang persiapan satu alat minimal 10 ton. Mudah-mudahan akhir tahun selesai,” ujar Chanifah dikutip Senin (24/11/2025).

Selain pembangunan RDF, Pemkot Cimahi juga tengah memperbesar kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Santiong di Jalan Kolonel Masturi, Cipageran, Cimahi Utara. Kapasitas pengolahan yang sebelumnya berkisar 50 ton per hari akan ditingkatkan menjadi 75–80 ton per hari.

Peningkatan ini dilakukan melalui Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWMP) yang didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan pembiayaan dari Bank Dunia.

“Awalnya kami mengusulkan peningkatan kapasitas hingga 100 ton, tetapi Kementerian PU memutuskan di angka 75–80 ton. Pelaksanaan dimulai tahun depan, saat ini masih tahap persiapan lelang. Operasional di lapangan sekarang baru 5–10 ton per hari, jadi masih jauh dari optimal,” jelas Chanifah.

Upaya percepatan pengolahan sampah ini berjalan di tengah tekanan pembatasan pembuangan sampah ke TPPAS Regional Sarimukti. Pembatasan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6174/PBLS.04/DLH, yang mengatur kuota pembuangan bagi setiap daerah per dua pekan.

Untuk Kota Cimahi, kuota maksimal ditetapkan 119,16 ton per hari atau 1.668,24 ton per dua pekan. Namun pekan ini, Cimahi menghadapi kendala teknis di Sarimukti yang menghambat ritase pengangkutan sampah dari TPS.

“Awal minggu ini ada masalah di Sarimukti, loading lama karena ada perbaikan jalan. Antrean di jembatan timbang sampai 80 truk lebih. Kita sudah antre sejak subuh sehingga pengambilan sampah di lapangan otomatis terlambat,” ujar Chanifah.

Keterlambatan ini berimbas pada munculnya tumpukan sampah di sejumlah TPS hingga memicu kemunculan TPS liar di beberapa titik.

Meski menghadapi kendala, Pemkot Cimahi memastikan langkah penanganan terus digenjot, terutama lewat percepatan hilirisasi sistem pengolahan agar ketergantungan terhadap TPA Sarimukti bisa berkurang secara bertahap.

“Harapannya, dengan RDF dan peningkatan TPST Santiong, beban yang dikirim ke Sarimukti bisa semakin ditekan,” kata Chanifah.*

Pos terkait