SATUMEDIA.ID – Konsep kendaraan masa depan Daihatsu tidak selalu berukuran besar. Empat model dengan dimensi kompak dipamerkan untuk menunjukkan bagaimana kendaraan mungil dapat tetap menawarkan teknologi dan fungsi yang beragam.
Daihatsu memperkenalkan empat kendaraan dalam konsep “Small But Capable” di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS).
Keempat kendaraan tersebut terdiri dari tiga mobil konsep, yakni Midget X, K-Vision, dan K-Open, serta satu kendaraan listrik yang telah dipasarkan di Jepang, e-ATRAI.
Kehadiran keempat model tersebut menjadi bagian dari upaya Daihatsu memperkenalkan alternatif mobilitas berukuran kompak dengan teknologi dan fungsi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Daihatsu Midget X
Salah satu model yang mencuri perhatian adalah Midget X. Mobil konsep berkelir Sol Blue tersebut menggunakan sistem penggerak Battery Electric Vehicle (BEV).
Ukurannya dibuat lebih kecil dibandingkan Kei Car pada umumnya. Midget X memiliki panjang 2.200 milimeter, lebar 1.295 milimeter, dan tinggi 1.680 milimeter.
Meski berukuran mungil, mobil ini menawarkan konfigurasi tiga penumpang dengan susunan 1+2. Pengemudi ditempatkan di bagian tengah depan, sedangkan dua penumpang lainnya berada di belakang.
Konfigurasi tersebut dirancang untuk menciptakan ruang interaksi yang lebih dekat antara pengemudi dan penumpang.
Akses ke kabin juga menjadi perhatian. Midget X menggunakan pintu dengan mekanisme bukaan ke depan sehingga pengguna dapat lebih mudah keluar-masuk kendaraan.
Nama Midget X juga memiliki kaitan dengan sejarah Daihatsu di Indonesia. Mobil konsep tersebut merupakan pengembangan dari Daihatsu Midget generasi pertama yang pada era 1960-an dikenal masyarakat Indonesia sebagai kendaraan roda tiga atau “Bemo”.
K-Vision mengusung teknologi hybrid
Selain Midget X, Daihatsu memperkenalkan K-Vision yang tampil dengan warna Vision Silver Mica.
Mobil konsep ini menggunakan teknologi e-SMART HYBRID, teknologi yang juga digunakan pada Daihatsu Rocky Hybrid yang dipasarkan di Indonesia.
Teknologi tersebut mengandalkan motor listrik sebagai penggerak kendaraan, sementara sistem hybrid memungkinkan pengguna tidak perlu melakukan pengisian baterai secara eksternal.
K-Vision juga dirancang untuk mendukung kebutuhan sehari-hari. Kendaraan ini dapat menyalurkan daya listrik untuk perangkat eksternal dan memiliki kabin yang luas.
Untuk menunjang kepraktisan, K-Vision dilengkapi pintu geser yang memudahkan penumpang ketika masuk maupun keluar dari kendaraan.
K-Open untuk pencinta mobil sport
Model lainnya adalah K-Open yang tampil dengan warna Matador Red Pearl.
Mobil konsep ini mengambil basis Daihatsu Copen dan ditujukan bagi konsumen yang menginginkan kendaraan kompak dengan karakter sporty.
Berbeda dengan dua model sebelumnya, K-Open masih mengandalkan mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE).
Mobil tersebut menggunakan konfigurasi FR (front-engine, rear-wheel drive), yakni mesin ditempatkan di bagian depan dengan tenaga disalurkan ke roda belakang.
Dengan panjang hanya 3.395 milimeter dan kapasitas dua penumpang, K-Open dirancang untuk memberikan karakter berkendara yang lincah.
e-ATRAI sudah dijual di Jepang
Sementara itu, e-ATRAI menjadi satu-satunya model dalam jajaran tersebut yang sudah dipasarkan secara komersial.
Kendaraan listrik ini mulai dijual di pasar domestik Jepang pada Februari 2026. e-ATRAI menyasar kebutuhan kendaraan niaga, khususnya untuk aktivitas pengiriman barang dan logistik jarak dekat atau last-mile delivery.
e-ATRAI menggunakan sistem BEV dengan teknologi e-SMART ELECTRIC yang dikembangkan Daihatsu.
Mobil ini dibekali baterai lithium-ion berkapasitas 36,6 kWh. Dalam kondisi tertentu, daya tersebut memungkinkan kendaraan menempuh jarak lebih dari 250 kilometer dalam satu kali pengisian.
Untuk pengisian cepat, e-ATRAI mendukung daya hingga 50 kW. Dengan sistem tersebut, baterai dapat diisi hingga 80 persen dalam waktu sekitar 50 menit.
Fitur lain yang ditawarkan adalah soket listrik AC 100 volt dengan daya maksimal 1.500 watt. Fitur tersebut memungkinkan kendaraan berfungsi sebagai sumber listrik untuk mengoperasikan berbagai perangkat elektronik.
Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor Yasushi Kyoda mengatakan, keempat kendaraan tersebut menjadi gambaran mengenai pendekatan Daihatsu dalam mengembangkan kendaraan kompak yang tetap memiliki fungsi beragam.
Menurut dia, konsep Small But Capable tidak hanya menekankan ukuran kendaraan yang kecil, tetapi juga kemampuan kendaraan dalam menjawab kebutuhan mobilitas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kendaraan berukuran kompak tetap dapat menawarkan berbagai fungsi dan pengalaman berkendara yang menarik. Model-model ini kami hadirkan untuk memberikan gambaran mengenai solusi mobilitas Daihatsu di masa depan,” ujar Kyoda dikutip dari laman Daihatsu.*





