SATUMEDIA.ID – Parkir di ruang terbatas kerap menjadi tantangan bagi pengemudi. Kondisi tersebut bisa terjadi ketika ukuran area parkir sempit, jarak antar-kendaraan berdekatan, maupun saat pengemudi harus melakukan parkir secara paralel.
Untuk membantu pengemudi menghadapi situasi tersebut, sejumlah mobil kini dilengkapi fitur pendukung parkir. Namun, keberadaan teknologi tetap perlu diimbangi dengan kemampuan pengemudi membaca posisi kendaraan dan kondisi di sekitarnya.
Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Hariadi mengatakan, pengemudi sebaiknya melakukan setiap tahapan parkir secara perlahan dan bertahap.
“Parkir pada tempat sulit sebenarnya dapat dilakukan dengan lebih mudah ketika pengemudi memahami posisi kendaraan dan melakukan setiap manuver secara bertahap,” ujar Hariadi dikutip dari laman Suzuki, Senin (28/9/2026).
Menurut dia, pengemudi tidak perlu terburu-buru memutar kemudi ataupun hanya mengandalkan satu sudut pandang ketika melakukan manuver.
Pengemudi dapat memanfaatkan spion, mengamati kondisi sekitar secara langsung, serta menggunakan fitur pendukung kendaraan sebagai informasi tambahan.
Lantas, bagaimana cara parkir di ruang terbatas agar lebih mudah dan aman?
1. Pastikan ruang parkir cukup
Sebelum masuk ke area parkir, pengemudi perlu memastikan ruang yang tersedia memiliki ukuran yang cukup untuk kendaraan.
Sisakan jarak yang memadai dengan kendaraan di samping agar mobil memiliki ruang untuk bermanuver ketika mulai berbelok.
Posisi awal kendaraan juga perlu diperhatikan. Jarak yang terlalu dekat atau terlalu jauh dari kendaraan di samping dapat membuat sudut masuk menjadi kurang tepat.
Sebelum bergerak mundur, periksa spion kanan dan kiri serta kondisi di sekitar kendaraan.
2. Mundur perlahan sambil mengatur kemudi
Setelah mendapatkan posisi awal yang sesuai, pengemudi dapat mengaktifkan lampu sein untuk memberi tanda kepada pengguna jalan lain.
Selanjutnya, arahkan bagian belakang kendaraan menuju ruang parkir secara perlahan. Putar kemudi secara bertahap sambil terus memantau perubahan posisi kendaraan.
Kecepatan rendah memberikan waktu lebih banyak bagi pengemudi untuk mengoreksi arah apabila posisi kendaraan mulai melenceng.
Kendaraan di samping, marka parkir, atau tepi jalan juga dapat digunakan sebagai titik referensi.
Selain bagian belakang, pengemudi perlu memperhatikan bagian depan kendaraan. Sebab, posisi bagian depan ikut berubah ketika kemudi diputar.
3. Manfaatkan rear parking sensor
Saat bagian belakang mobil mulai masuk ke ruang parkir, jarak dengan kendaraan atau objek di belakang menjadi semakin penting untuk diperhatikan.
Fitur rear parking sensor dapat membantu mendeteksi keberadaan objek di belakang kendaraan ketika mobil bergerak mundur.
Peringatan suara dari sensor dapat memberikan informasi tambahan mengenai jarak kendaraan dengan objek, terutama ketika ruang untuk bermanuver terbatas.
Meski demikian, sensor parkir bukan pengganti pengamatan langsung. Pengemudi tetap perlu mengombinasikan informasi dari sensor dengan pandangan melalui spion, kamera, dan kondisi sekitar.
4. Gunakan kamera 360 derajat
Ketika posisi belakang kendaraan sudah masuk ke area parkir, pengemudi perlu memperhatikan bagian depan, belakang, dan sisi kendaraan secara bergantian.
Pada tahap ini, posisi mobil dapat mulai diluruskan agar sejajar dengan kendaraan lain, marka parkir, atau tepi jalan.
Pada Suzuki XL7 New Alpha Hybrid, misalnya, terdapat fitur 360-degree view camera yang memberikan gambaran kondisi di sekitar kendaraan dari beberapa sisi.
Tampilan tersebut dapat menjadi referensi tambahan bagi pengemudi untuk melihat posisi kendaraan terhadap objek di sekitarnya.
Fitur ini juga dapat membantu memberikan pandangan terhadap area yang tidak mudah terlihat hanya melalui spion, terutama ketika kendaraan bermanuver di ruang sempit.
5. Jangan ragu melakukan koreksi posisi
Parkir tidak harus selalu diselesaikan dalam satu kali manuver.
Jika posisi kendaraan masih terlalu dekat dengan mobil lain atau objek di sekitarnya, pengemudi dapat kembali mengatur posisi secara perlahan.
Beberapa kali penyesuaian justru dapat memberikan kontrol yang lebih baik dibandingkan memaksakan kendaraan masuk dalam satu gerakan.
Selama melakukan koreksi, pengemudi tetap perlu memperhatikan posisi kendaraan melalui spion, kamera, serta pengamatan langsung terhadap kondisi di sekitar.
Teknologi hanya sebagai fitur pendukung
Kemudahan saat parkir tidak hanya bergantung pada teknologi kendaraan. Pemahaman pengemudi terhadap dimensi mobil dan kondisi di sekitar tetap menjadi faktor penting.
Fitur seperti rear parking sensor dan 360-degree view camera pada Suzuki XL7 New Alpha Hybrid dapat memberikan informasi tambahan ketika pengemudi melakukan manuver.
Namun, kendali kendaraan tetap berada di tangan pengemudi.
“Fitur kendaraan dapat membantu memberikan sudut pandang dan informasi tambahan ketika pengemudi bermanuver. Namun, prinsip utamanya tetap sama, yaitu lakukan secara perlahan, jaga konsentrasi, serta pastikan kondisi di depan, belakang, maupun sisi kendaraan aman,” kata Hariadi.
Menurut dia, pengemudi tidak perlu memaksakan parkir selesai dalam satu kali manuver.
“Tidak perlu terburu-buru atau memaksakan parkir selesai dalam satu kali manuver,” ujar dia.*
