SATUMEDIA.ID – Penulis pernah tinggal di Yogyakarta saat bekerja di salah satu bank BUMN dan mengambil S 2 di UGM kurang lebih tiga tahun lalu namun walaupun relatif sebentar namun kota Yogyakarta selalu berhasil membuat siapa saja terpesona hingga tak jarang memicu rasa rindu untuk kembali ke kota ini.
Yogyakarta selama ini dikenal sebagai salah satu kota yang memberikan kenangan tersendiri bagi sebagian orang. Terutama bagi mereka yang pernah merantau atau tinggal di kota yang dijuluki sebagai kota pelajar ini.
Maka tak heran, ada beberapa orang yang kerap mengungkapkan kerinduannya dengan menuliskan caption dengan kalimat indah, romantis, hingga estetik untuk diunggah ke media sosial masing-masing. Diharapkan dengan melakukannya dapat mengobati kerinduan akan Kota Yogyakarta.
Kerinduan akan akan kota ini diwujudkan dengan narasi penuh kata-kata melow. Melihat senja yang tenggelam di atas jembatan layang Yogyakarta mampu memberikan ketenangan hati yang sulit untuk digambarkan keindahannya.
Begitu juga malam di Malioboro mampu membawa inspirasi yang mendalam dan setiap sudut kota Yogyakarta menyimpan kisah romantis yang selalu ingin disimpan di dalam hati serta setiap hari disuguhi pemandangan gunung Merapi yang megah di utara Yogyakarta .
Cobalah simak lirik lagu Yogyakarta Kla Project : Pulang ke kotamu- Ada setangkup haru dalam rindu- Masih seperti dulu- Tiap sudut menyapaku bersahabat- Penuh selaksa makna- Terhanyut aku akan nostalgi- Saat kita sering luangkan waktu- Nikmati bersama suasana Jogja.
Yogyakarta merupakan daerah yang memiliki banyak sebutan, seperti kota pelajar/pendidikan, kota budaya, pusat kerajaan Jawa, daerah pariwisata, dan lain-lain. Selain Yogyakarta daerah lain yang berbatasan memiliki banyak objek wisata yang tersebar di Kabupaten Sleman, Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo.
Tempat destinasi wisata berupa wisata alam, wisata budaya, wisata ilmiah, wisata sejarah, wisata kuliner, dan bentuk wisata lainnya. Coba sempatkan mengunjungi destinasi penuh tantangan yaitu Tumpeng Menoreh di Kulon Progo , pantai Parang Tritis di Bantul ,hutan pinus Pengger di Gunung Kidul, Obelix Sea View di Gunung Kidul, beragam kuriner harga murah meriah banyak pilihan ada di pasar Ngasem dan pakaian batik khas Yogyakarta ada di pasar Beringharjo Yogyakarta.
Alasan utama mengapa Yogyakarta dianggap istimewa adalah kekayaan warisan budaya dan sejarahnya. Kota ini tidak hanya menjadi pusat kebudayaan Jawa, tetapi juga memiliki berbagai bangunan bersejarah seperti keraton Yogyakarta, Taman Sari, dan Candi Prambanan.
Keraton Yogyakarta berdiri pada 1755 sebagai hasil dari Perjanjian Giyanti. Keraton Yogyakarta sebagai cikal bakal keberadaan pemukiman di wilayah Yogyakarta meninggalkan jejak-jejak sejarah yang masih dapat kita jumpai sampai saat ini. Sebagai destinasi wisata andalan nasional, pada masa liburan atau saat weekend Yogyakarta senantiasa penuh wisatawan lokal juga turis asing.
Adapun tempat-tempat wisata Jogja ini wajib Anda kunjungi biar merasa sudah liburan ke Yogyakarta. Mulai dari jalan Malioboro. Jelas saja tempat wisata di Yogyakarta yang satu ini wajib ada di nomor satu, lalu keraton Yogyakarta, Alun-Alun Selatan, Taman Sari, tugu Yogyakarta, Candi Prambanan, Candi Borobudur , patung Tugu dan lainnya.
Selain tempat tadi jangan lupa membeli ragam oleh-oleh Khas Yogyakarta yang dapat dinikmati mulai gudeg, wedang uwuh, bakpia, Tiwul, tahu Susu Bakso, Batik Jogja, Kaos Dagadu dan lainnya.
Perkembangan Jogyakarta menampung pendatang untuk belajar dan sekolah menyiratkan betapa besar beban yang dihadapi Yogyakarta mulai penyediaan infrastuktur, perumahan, akses ke kampus /sekolah, dan lainnya.
Menyusuri kota Yogyakarta dengan luas wilayah 3,25 ha saat liburan dibeberapa titik memeng terdapat simpul kemacetan sebagai pusat pemerintahan Propinsi DIY, pelayanan jasa dan perdagangan serta simpul transportasi jawa bagian Selatan kemacetan memang tidak bisa dihindari.
Bagi Kota Yogyakarta fenomena terjadi urbanisasi merupakan hal yang tidak dapat dihindarkan. Permasalahan yang ditimbulkan oleh adanya urbanisasi adalah adanya tambahan beban dari pendatang, khususnya pada siang hari, pada beberapa fasilitas publik antara lain transportasi, kebersihan, pendidikan dan kesehatan.
Sementara dalam konteks modernisasi dan globalisasi yang semakin pesat, Yogyakarta, kota yang terkenal dengan kekayaan budaya dan tradisinya, menghadapi tantangan untuk mempertahankan identitas lokalnya.
Sebagai pusat kebudayaan Jawa dan tujuan wisata populer, Yogyakarta menyaksikan perubahan signifikan dalam berbagai aspek tradisi lokal akibat pengaruh globalisasi. Yogyakarta terkenal dengan kekayaan seni dan budayanya, antara lain batik, tari tradisional, dan upacara adat.
Namun globalisasi membawa budaya dan teknologi asing yang mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Fenomena ini terlihat jelas dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari dan aktivitas budaya di kota ini. Seni tradisional seperti batik dan tari Jawa mengalami perubahan yang cukup signifikan.
Meski batik di Yogyakarta masih sangat disegani, para desainer muda mulai memasukkan unsur modern ke dalam pola dan desain batik, sehingga menciptakan produk yang lebih sesuai dengan selera pasar global.
Platform seperti Instagram dan TikTok memungkinkan budaya Yogyakarta dipopulerkan, sekaligus menimbulkan reaksi balik berupa tren global yang mempengaruhi gaya hidup masyarakat lokal. Misalnya, video viral tentang budaya atau masakan Yogyakarta seringkali mempengaruhi tren dan preferensi konsumen lokal.
Namun pengaruh teknologi juga menimbulkan tantangan, seperti terkikisnya perhatian terhadap aktivitas budaya tradisional karena masyarakat cenderung lebih fokus pada hiburan digital.
Terlepas itu semua kota Yogyakarta bagi kami yang pernah datang dan tinggal beberapa tahun tetap selalu ngangenin.*
*Penulis Dede Supriatna mantan pekerja bank BRI dan lulusan Magister Ekonomi
Pembangunan FEB UGM
