SATUMEDIA.ID – Rukun Warga yang selanjutnya disingkat RW adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan Kelurahan.
Sebagai Ketua RW dituntut mendapat tugas memimpin dan membina warga untuk mewujudkan kerukunan antar warga, menampung aspirasi, menyusun rencana pembangunan partisipatif serta mengoptimalkan swadaya dan gotong royong masyarakat, memutakhirkan data profil RW, membantu memfasilitasi pendaftaran penduduk di wilayahnya, menyampaikan laporan mutasi penduduk kepada Lurah,menyampaikan laporan pengelolaan keuangan RW yang bersumber dari pemerintah dan masyarakat kepada Lurah dan masyarakat setiap Triwulan, dan membantu dan memfasilitasi kebutuhan pelayanan kepada warga masyarakat .
Mengutip Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 11 Tahun 2024 tentang peranan pengurus RW yakni pengurus RW berkewajiban: turut secara aktif melaksanakan hal yang menjadi tugas dan fungsi RW; turut serta secara aktif melaksanakan keputusan musyawarah RW setempat; dan menjaga harmonisasi dan kondusifitas antar warga dilingkungan RW.
Sedangkan kegiatan RW meliputi peningkatan pelayanan masyarakat; peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan; pengembangan kemitraan, pemberdayaan masyarakat meliputi bidang ideologi, politik,ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup dan ketentraman dan ketertiban; dan peningkatan kegiatan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Betapa besar tanggung jawab dan peranan ketua RW maka proses pemilihan Ketua RW diharapkan munculnya calon Ketua RW yang mumpuni yakni secara etimologi, mempunyai arti mampu melaksanakan tugas dengan baik (tanpa bantuan orang lain) menguasai keahlian (kecakapan, ketrampilan) tinggi.
Secara kasat mata Ketua RW memiliki kualitas dan kemampuan manajemen yang baik, mengingat saat ini pemerintah sedang mengembangkan pemberdayaan dan pengelolaan kegiatan pembangunan sampai di tingkat RW/RT.
Oleh karena itu, keberadaan Ketua RW selaku penyelanggara kegiatan pembangunan di wilayah, menjadi sangat strategis.Dalam pemilihan calon Ketua RW apabila calon lebih dari satu hendaknya didahului acara adu gagasan dilengkapi panelis dan moderator.
Para calon ketua RW dalam pemaparan menjelaskan visi-misi baik untuk 100 hari pertama menjabat maupun untuk lima tahun kedepan sesuai masa tugas Ketua RW. Dengan adu gagasan ini diharapkan warga dapat menggali informasi dan menguji kapabilitas para Ketua RW. Diharapkan pada saat pemilihan nanti warga sudah mengantongi calon Ketua RW yang mumpuni atau sudah mengetahui kompetensinya sehingga tidak salah pilih.
Mumpuni atau kompetensi yang hendaknya dimiliki calon Ketua RW dan masih suasana maulid nabi ada baiknya dalam memilih calon Ketua RW dapat merujuk pada teladan dan kepimpinan Rasullulah SAW.
Mulai dari sifat kepemimpinan Rasulullah SAW yaitu Shiddiq’. Artinya sifat jujur, benar adanya . Karena itu, ketika mensifati Nabi Ismail, Allah berfirman: “Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.” (QS. Maryam [19]: 54). Pilihlah yang engkau suka dan senangi”.
Terkait masalah kebenaran dan kejujuran ini, Rasulullah SAW pernah bersabda:ا“Kalian harus berlaku jujur, karena kejujuran itu akan membimbing kepada kebaikan. Dan kebaikan akan membimbing ke surga. Seseorang yang senantiasa jujur dan memelihara kejujuran, maka ia akan dicatat sebagai orang yang jujur di sisi Allah.” (HR. Muslim).
Selanjutnya calon Ketua RW hendaknya Amanah . Sifat Rasulullah SAW dengan karakter amanah, atau dipercaya (al-amin) dicatat dalam berbagai kitab-kitab Hadis. Salah satunya adalah Kitab Sahih al-Bukhari yang berkisah tentang kekhawatiran Rasulullah SAW pada saat menerima wahyu pertama.
Istri Rasulullah SAW, Sayyidah Khadijah RA menyatakan :“Tidak perlu khawatir, (wahai suamiku), berbahagialah dan tidak perlu bersusah hati, sesungguhnya Allah SWT tidak akan pernah membuatmu menjadi terhina, sama sekali, karena kamu. Sungguh, selalu menyambung persaudaraan, berkata jujur, menanggung orang yang banyak beban, membantu orang miskin, menghormati tamu, dan mengatasi kesulitan secara benar” (Sahih al-Bukhari).
Contoh sifat Rasulullah SAW yang amanah , ketika Rasulullah SAW hendak hijrah ke Madinah. Rasulullah SAW gunakan untuk mengembalikan semua barang-barang orang Quraish, yang tentu saja tidak beriman, yang mereka titipkan kepada Rasulullah SAW
Sifat lain dari Rasulullah SAW hendaknya menjadi acuan adalah Fathonah yang artinya cerdas. Sebagai calon Ketua RW tentunya harus mempunyai sifat fathonah seperti Rasulullah SAW , karena mereka harus mampu memberikan argumen, pendapat serta komunikasi yang baik untuk mengajak umatnya ke jalan yang benar.
Rasulullah SAW berperan sebagai tokoh Islam, pemimpin, pebisnis, panglima perang hingga politisi. Sebagai utusan Allah SWT, para Rasul mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kebenaran pada masing–masing umat.
Allah berfirman dalam Surat Al–An’am (48) yang berbunyi:“Mereka itulah orang–orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: “Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al Qur’an)”. Al–Qur’an tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh umat. ”Apabila mencontoh sifat nabi tadi memang terasa berat bagi calon Ketua RW karena beda zamannya namun yang utama dan diharapkan adalah substansi dari sifat shiddiq, amanah dan fathonah. Misalnya setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.
Seorang Ketua RW adalah pemimpin atas rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Selalu menerapkan akhlak mulia dalam setiap tindakannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk saat memimpin.
Rasulullah SAW merupakan pribadi yang menyenangkan, santai dan terbuka, mudah berkomunikasi dengan siapa pun, lemah lembut dan sopan, tidak keras dan tidak terlalu lunak, tidak pernah mencela, tidak pernah menuntut dan menggerutu, tidak mengulur waktu dan tidak tergesa-gesa. Memimpin dengan penuh rasa empati. Selalu mengedepankan keteladanan dalam memimpin, memberikan contoh dalam segala hal. Menjaga akhlakul karimah sangat berperan dalam kepemimpinan, karena seorang cenderung meniru dari apa yang dapat dilihatnya. Memberi teladan karena sifat rendah hati.
Beliau tidak pernah memandang kedudukannya lebih tinggi dibandingkan orang lain. Beliau selalu menganggap derajat manusia adalah sama di hadapan Allah SWT, dan ketakwaanlah yang menjadi pembedanya.
Selamat memilih Calon Ketua RW yang mumpuni…….*
*Penulis Dede Supriatna alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM.