Perjalanan Karier Unik Fiter Bagus Cahyono: Dunia Pemasaran, Media, Olahraga, Politik, hingga Musik

Fiter Bagus Cahyono seorang konsultan inovasi dan praktisi komunikasi.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Lahir di Cianjur, Jawa Barat pada 23 Juni 1981, Fiter Bagus Cahyono merupakan seorang konsultan inovasi dan praktisi komunikasi, dengan perjalanan karier yang unik. Dia menggeluti dunia pemasaran, media, olahraga, politik, hingga inovasi dan musik.

Fiter Bagus pernah memimpin transformasi digital Koran-jakarta.com, mendirikan Genvoice sebagai media alternatif bagi generasi muda, dan berkontribusi sebagai konsultan politik dalam beberapa pemilihan kepala daerah di Indonesia. Pendidikan formalnya justru tidak linier.

Ketika bersekolah di SMA Mardi Yuana, dia aktif sebagai atlet taekwondo dan beberapa kali mewakili Jawa Barat di Pekan Olahraga Nasional (PON). Dia serius menekuni taekwondo, dan dari olahraga itu dia belajar konsistensi, strategi, serta bagaimana membaca lawan dan situasi.

Dia meyakini hidup dengan disiplin akan saling melengkapi. Ketika memilih jurusan komunikasi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, fokusnya adalah pada penyampaian pesan dengan efektif, membangun persepsi publik, dan bagaimana mempengaruhi cara orang berpikir.

“Itu skill yang fundamental. Kemudian saya melanjutkan studi Financial Management di Prasetiya Mulya Business School, karena saya melihat komunikasi yang baik harus diimbangi dengan pemahaman soal strategi keuangan dan pengelolaan bisnis,” kata Fiter Bagus, Selasa 16 September 2025.

Jadi, meskipun tampak tidak linear, dia memandang dua pendidikan yang ditempuh itu saling menguatkan dalam perjalanannya sebagai seorang profesional. Terutama ialah pada kemampuan membaca manusia dan pasar, serta kemampuan membaca angka dan strategi.

Hal itulah yang membawanya berkarier profesional di industri pemasaran dan branding. Dari mulai di PT Ekma 89 yang merupakan field promotion agency untuk PT Philip Morris Indonesia, hingga di Sugar Group Companies (Gulaku).

“Perjalanan saya di industri media dimulai ketika bergabung dengan Koran Jakarta. Awalnya saya fokus di business development, mencari peluang dan membangun jejaring dengan berbagai mitra. Seiring waktu, saya dipercaya menjadi Managing Director,” paparnya.

Dari situlah Fiter Bagus memimpin transformasi digital. Dia membawa Koran Jakarta ke ranah online lewat website dan media sosial, saat banyak media cetak ragu memasuki platform digital. Pengalaman itu membuka matanya tentang kekuatan media buat membentuk opini publik.

“Lalu saya mulai dilibatkan dalam komunikasi politik, membantu mendesain strategi kampanye yang sesuai dengan aspirasi masyarakat. Dari situ perjalanan saya sebagai konsultan politik dimulai, membantu sejumlah kandidat, termasuk di Lampung,” katanya.

Fiter Bagus sukses membantu calon kepala daerah untuk meraih kemenangan lewat strategi komunikasi yang efektif, berbasis data, dan dekat dengan publik. Menurut dia, strateginya sebenarnya sederhana namun tidak mudah, yaitu mendengar publik lebih banyak daripada berbicara.

“Kita harus tahu apa yang benar-benar menjadi kebutuhan dan harapan masyarakat, lalu memastikan pesan kandidat selaras dengan itu. Karena itu, saya menggunakan pendekatan Design Thinking dalam merumuskan strategi kampanye,” ungkapnya.

“Tahap awal adalah empathize, mendengarkan dengan sungguh-sungguh aspirasi masyarakat. Bukan sekadar survei angka, tapi memahami cerita, harapan, bahkan keresahan warga di lapangan. Dari sana, kita masuk ke tahap define, merumuskan isu inti yang benar-benar dirasakan publik,” jelas Fiter Bagus.

“Setelah itu, kita bisa masuk ke ideate, menghasilkan gagasan narasi dan program yang menjawab kebutuhan tadi. Sebagai praktisi, Design Thinking membantu merumuskan strategi yang benar-benar relevan dengan pemilih,” sambung dia.

Dia turut membantu Ridho Ficardo, Arinal Djunaidi, dan yang terbaru Rahmat Mirzani Djausal terpilih menjadi Gubernur Lampung. Dia mengakui banyak tantangannya, dari lanskap politik lokal yang dinamis, keterbatasan waktu kampanye, resistensi dari kelompok tertentu, sampai disrupsi informasi di era media sosial.

Namun demikian, dia selalu percaya bahwa kampanye yang berangkat dari kebutuhan publik dan kandidat konsisten dengan pesan yang dibawanya, akan membuahkan hasil yang lebih berkesan dan tentunya bakal berdampak.

Di luar perjalanan karier sebagai konsultan politik, dia juga memiliki ketertarikan terhadap musik, bahkan sampai membuat platform Ruanglagu.id. Baginya, musik adalah ruang ekspresi. Sudah sejak lama pula dia suka menulis dan menciptakan lagu buat menyalurkan emosi dan cerita.

“Dari situlah lahir ide Ruanglagu.id. Saya ingin musik tidak hanya dinikmati sebagai hiburan, tapi juga sebagai medium personal untuk menceritakan pengalaman hidup setiap orang. Ruanglagu.id saya rancang sebagai platform yang memungkinkan siapa saja bisa membuat lagu kustom dengan cepat dan autentik,” katanya.

Fiter Bagus menyebut ada dua tujuan saat membidani platform musik tersebut. Pertama ialah memberi ruang baru bagi musisi untuk berkreasi dan terhubung dengan audiens, dan kedua untuk memberi masyarakat cara baru buat mengabadikan cerita mereka lewat musik.

“Jadi, musik tidak lagi sekadar konsumsi, tapi juga menjadi cara bercerita dan membangun memori kolektif,” tukas Fiter Bagus Cahyono, yang pernah meraih medali emas dan perunggu di ajang World Taekwondo Hanmadang 2014 di Korea Selatan.*