Pentingnya Menjaga Silaturahmi Oleh Dede Supriatna

Kebersamaan mantan pekerja BRI Bagian Sekretariat Direksi Kantor Pusat BRI. (Dede Supriatna).**

SATUMEDIA.ID – Nyaris hampir tiga puluh tahun penulis baru berkesempatan bertemu kembali dengan mantan rekan-rekan kerja di bagian Sekretariat Direksi Kantor Pusat BRI. Reuni ini menyiratkan kembali niatan untuk merekatkan kembali tali silaturahmi yang karena sesuai hal terputus atau bermasalah.

Momen penanggalan 11 Januari tahun 2026 di Aula Perum BRI Cipete Jakarta Selatan menjadi saksi bisu bertemunya mantan pekerja Sekretariat Direksi.

Pemilihan waktu ini cukup ideal karena biasanya setelah lebaran dan tentu mempunyai acara masing-masing. Melalui GWA dengan branding Unforgetable (tak terlupakan) Sekdir yang diinisiasi oleh Ibu Asri Youliati (Ibu Lily) dan rekan-rekan terselenggara pertemuan silaturahmi ini, Insya Allah menjadi amalan yang barokah bagi insiator dan tim panitia.

Makna reuni atau silaturahmi ini mempererat tali kekerabatan atau persahabatan. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa orang yang menyambung tali silaturahim adalah orang yang beriman kepada hari akhir. Silaturahmi secara bahasa dibentuk dari kata Shilah dan Ar-Rahim dapat diartikan hubungan kekerabatan.

Namun arti itu makin meluas dan populer saat saat Idul Fitri karena biasanya menurut tradisi tahunan hari raya, banyak orang yang kembali ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan kerabat dan keluarganya. Ini adalah waktu terbaik untuk terhubung dengan keluarga dan orang-orang terkasih yang mungkin sudah lama tidak bertemu.

Dalam pandangan Islam, silaturahmi cakupannya lebih luas tidak terikat ruang dan waktu. Silaturahmi sebagai bagian dari keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT. Silaturahmi menurut syariah juga merupakan praktik utama karena dapat membantu menghubungkan berbagai hal yang telah terputus.

Untuk menyambung tali yang putus, umat Islam dihimbau untuk tetap bersilaturahmi. Rasulullah SAW bersabda “ Barang siapa ingin diluaskan rejekinya dan dipanjangkan umurnya maka ia hendaklah menyambung sillaturrahim . Menyambung silaturahmi dengan orang yang telah memutuskan tali silaturahmi merupakan akhlak terpuji yang sangat disukai oleh Allah SWT.

Sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ali bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Maukah kalian saya tunjukkan perilaku akhlak termulia di dunia dan di akhirat? Maafkan orang yang pernah menganiayamu, sambung silaturahmi orang yang memutuskanmu dan berikan sesuatu kepada orang yang telah melarang pemberian untukmu.”Sedangkan seseorang yang suka memutus tali silaturahmi maka dianggap sebagai “perusak” kehidupan.

Hal ini sebagaimana dengan firman Allah SWT: Apakah seandainya berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaanmu? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah. Lalu, Dia menulikan (pendengaran) dan membutakan penglihatan mereka. (QS Muhammad:22-23).

Selain dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, silaturahmi juga dapat menjaga kerukunan dan keharmonisan dengan sesama. Dorongan untuk saling memaafkan dengan tetap bersilaturahmi bisa membuat hubungan menjadi harmonis. Karena setiap manusia tidak akan pernah lepas dari kesalahan dan dosa, tentunya seseorang akan meminta maaf dan memaafkannya.

Seseorang yang memutuskan hubungan silaturahmi dianggap sebagai perusak bumi. Bahkan ia juga akan mendapat laknat dari Allah SWT. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam salah satu hadits berikut bahwa Rasulullah SAW bersabda:“Tak akan masuk surga pemutus tali silaturahmi”.(HR. Bukhari dan Muslim).

Manfaat silaturahmi selanjutnya adalah dijauhkan dari neraka. Seorang muslim yang menjalin kembali tali silaturahmi maka akan dijauhkan dari neraka. Sebagaimana dalam salah satu hadis berikut ini, yang artinya:“Engkau menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” (HR Bukhari dan Muslim).

Manfaat lain dari silaturahmi adalah dapat membuat kita menjadi mulia. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ali bahwa Rasulullah SAW bersabda:“Maukah kalian saya tunjukkan perilaku akhlak termulia di dunia dan di akhirat? Maafkan orang yang pernah menganiaya kamu, sambung silaturahmi orang yang memutuskanmu dan berikan sesuatu kepada orang yang telah melarang pemberian untukmu.”

Manfaat silaturahmi selanjutnya adalah dapat memperpanjang umur dan meningkatkan rezeki. Mengunjungi anggota keluarga dan orang-orang terkasih merupakan salah satu cara untuk menciptakan keharmonisan dan kedekatan. Selain itu, persahabatan adalah praktik dengan nilai pahala yang besar. Barang siapa yang selalu menjaga silaturahmi, Allah akan menambah rezeki dan memperpanjang umurnya.

Selain itu Rasulullah SAW bersabda : Sebaik baik kebajikan adalah seseorang yang menghubungkan tali persaudaraan dengan orang-orang yang dicintai ayahnya (HR Muslim). Selanjutnya pahala yang didapat untuk silaturahmi adalah masuk surga:“Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali persaudaraan, shalatlah di malam hari ketika manusia terlelap tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (H.R Ibnu Majah).

Sampai jumpa pada silaturahmi /reuni yang akan datang….. Unforgetable ( yang tidak dapat dilupakan).**

 

*Penulis mantan pekerja Bank BRI dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM