Dahsyatnya Al Quran Oleh Dede Supriatna

Ilustrasi Al Quran (Dok.Dompet Dhuafa).**

SATUMEDIA.ID – Pada bulan Ramadan ini, sebentar lagi umat Islam akan memperingati peristiwa Nuzulul Quran, yang insya Allah dilaksanakan pada 7 Maret 2026. Momentum ini sangat berarti bagi umat Islam karena Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya Al Quran untuk pertama kalinya.

Al Quran diturunkan oleh Allah SWT secara berangsur-angsur. Peristiwa Nuzulul Quran terjadi pada 17 Ramadan tahun 610 Masehi, ketika Malaikat Jibril menemui Nabi Muhammad SAW yang sedang berkhalwat di Gua Hira, Jabal Nur, sekitar 6 km dari Makkah. Oleh sebab itu, Ramadan sering disebut sebagai bulan turunnya Al-
Quran. Secara terminologi, Al Quran adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat melalui perantaraan Malaikat Jibril.

Al Quran diturunkan selama 22 tahun 2 bulan 22 hari (dibulatkan menjadi 23 tahun). Al Quran terdiri atas 114 surah, terbagi dalam 30 juz, dan berjumlah 6.666 ayat. Allah SWT menurunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia agar meraih keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Hal ini ditegaskan dalam Q.S. Al-Isra ayat 9. Peristiwa Nuzulul Quran juga disebutkan dalam Q.S. Al Baqarah ayat 185:“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil).

Dalam Q.S. Ad-Dukhan ayat 3, Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan.

Kemudian dalam Q.S. Al -Anfal ayat 41 disebutkan bahwa Al Quran diturunkan pada hari Furqan (yaumul furqan), yaitu hari bertemunya dua pasukan. Sementara dalam Q.S. Asy-Syu’ara ayat 193 dijelaskan bahwa Al Quran diturunkan melalui Ar-Ruh Al-Amin (Jibril).

Ayat pertama yang diturunkan adalah Q.S. Al-‘Alaq ayat 1–5:“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan…”. Saat itu, Nabi Muhammad SAW belum diperintahkan untuk menyampaikan wahyu secara terbuka. Perintah berdakwah baru turun melalui Q.S. Al-Muddassir ayat 1–2: “Wahai orang yang berselimut, bangkitlah dan berilah peringatan”.

Periode awal dakwah berlangsung sekitar 4–5 tahun dan menimbulkan berbagai reaksi di kalangan masyarakat Arab. Sebagian menerima ajaran Islam dengan baik, namun sebagian lainnya menolak karena mempertahankan tradisi nenek moyang.

Periode berikutnya berlangsung sekitar 8–9 tahun, ditandai dengan pertentangan keras antara kaum Muslim dan kaum musyrik. Ayat-ayat yang turun pada masa ini antara lain berisi kecaman terhadap kaum musyrik (Q.S. Fussilat: 13) serta penegasan tentang keesaan Allah dan hari kiamat (Q.S. Yasin: 78–82).

Periode terakhir berlangsung sekitar 10 tahun di Madinah. Pada masa ini, dakwah Islam berkembang pesat dan umat Islam dapat menjalankan ajaran secara bebas. Ayat terakhir yang diturunkan adalah Q.S. Al-Baqarah ayat 281 saat Rasulullah SAW melaksanakan Haji Wada’, 9 Dzulhijjah 10 H.

Salah satu surah yang menunjukkan dahsyatnya dan keagungan Al Quran adalah Surah Yasin. Surah ini merupakan surah ke-36 dalam Al Quran dan termasuk golongan Makkiyah. Surah Yasin terdiri atas 83 ayat.Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:“Sesungguhnya segala sesuatu memiliki jantung, dan jantung Al-Qur’an adalah Yasin”.

Surah Yasin mengandung banyak pelajaran tentang kekuasaan Allah SWT, kebangkitan manusia setelah mati, serta tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta.Dalam ayat 33 disebutkan: “Dan suatu tanda (kekuasaan Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati; Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian..$.

Ayat 36 menjelaskan penciptaan segala sesuatu secara berpasang-pasangan, dan ayat 40 menerangkan keteraturan peredaran matahari dan bulan.

Surah Yasin juga menegaskan bahwa Allah SWT menghidupkan kembali manusia dan mencatat seluruh amal perbuatannya:“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami mencatat apa yang telah mereka kerjakan…” (Q.S. Yasin: 12)

Dahsyatnya Al Quran yakni saat membaca Al Quran dapat menenangkan hati. Allah SWT berfirman dalam Q.S. Ar-Ra’d ayat 28:“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW mengibaratkan seorang mukmin yang membaca Al Quran seperti buah yang harum baunya dan enak rasanya. Dengan rajin membaca Al Quran, jiwa menjadi bersih, hati menjadi tenteram, dan hidup menjadi lebih terarah. Keutamaan ini tidak hanya berlaku untuk Surah Yasin, tetapi untuk seluruh surah dalam Al Quran.

Al Quran adalah mukjizat terbesar yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup umat manusia. Dari awal turunnya hingga ayat terakhir,

Al Quran membimbing manusia menuju keselamatan dunia dan akhirat. Momentum Nuzulul Quran hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin mencintai, membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk golongan yang selalu dekat dengan Al Quran dan memperoleh syafaatnya kelak di hari kiamat. Aamiin.

*Penulis Alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM

Pos terkait