Pentingnya Menjaga Silaturahmi oleh Dede Supriatna

Kebersamaan alumni SMAN Cianjur angkatan 1981.(Dok.Dede Supriatna).**

SATUMEDIA.ID – Reuni yang bertemakan hala bihalal atau halbi merupakan kesempatan bertemu kembali dengan mantan teman-teman SMAN. Reuni ini menyiratkan kembali niatan untuk merekatkan kembali tali silaturahmi yang karena sesuatu hal terputus atau bermasalah.

Momen penanggalan 11 April tahun 2026 di menjadi saksi bisu bertemunya teman-teman waktu SMA Angkatan 1981. Bertempat di kampus SMA (sekarang SMAN 1) Jalan Pangeran Hidayatullah No 62 Cianjur yang didirikan tahun 1959 mengingatkan kembali waktu bersekolah dulu.

Pemilihan waktu ini cukup ideal karena diadakan setelah lebaran dan tentu ini kesempatan untuk bersua setelah sekian lama berpisah. Reuni kali ini memang tampak meriah, peserta tampak saling menyapa, bertukar kabar dan menghadirkan momen kebersamaan melalui foto bersama.

Sesuai pesan Ketua Panitia Halbi 2026 yakni Utoh Zaendy, halbi atau reuni – silaturahmi itu , sangat bernilai sesuai anjuran agama dan di lihat dari segi kesehatan imun naik dan panjang umur. Ini sejalan dengan tema halal bihalal yakni “Endahna Patepang, Pageuhna Duduluran dan Langgeng Dina Silaturahmi”.

Acara halalbihalal selain silaturahmi bersalam -salaman diisi juga dengan tampilan menyangi bareng masing-masing kelas.Keluar sebagai juara pertama Kelas IPA2 dengan kriteria kebersamaan dan kreatifitas. Suasana tidak formal ,lucu dan heboh. Gelak tawa dan senyum dikulum bagi yang jaim terasa menggema mengikuti acara halbi ini.

Paling berkesan tatkala panitia menghadirkan video kenangan foto-foto waktu SMAN kisaran 1978 sampai 1981. Foto lama ini walau kusam dimakan usia dan lembab karena disimpan lama tetap menarik karena foto itu menjadi saksi bisu perjalanan hidup 45 tahun yang lalu.*

Bagi kado dengan berputar.(Dok.Dede Supriatna).**

Selanjutnya sesi tukar menukar kado dimulai saat alumni diminta beriringan membuat lingkaran diiringi lagu sambil masing-masing membawa kado ditangannya, kado berpindah tangan ke depan yang bersangkutan.

Begitu seterusnya sampai saat lagu tadi berhenti maka kado yang ada ditangan masing-masing menjadi miliknya. Unik tukar menukar kado. Berkesan dan tak terlupakan.

Dalam pandangan Islam, halalbihalal, reuni atau silaturahmi cakupannya lebih luas tidak terikat ruang dan waktu . Silaturahmi sebagai bagian dari keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT. Silaturahmi menurut syariah juga merupakan praktik utama karena dapat membantu menghubungkan berbagai hal yang telah terputus.

Untuk menyambung tali yang putus, umat Islam diimbau untuk tetap bersilaturahmi. Rasulullah SAW bersabda “ Barang siapa ingin diluaskan rejekinya dan dipanjangkan umurnya maka ia hendaklah menyambung sillaturrahi. Sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ali bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Maukah kalian saya tunjukkan perilaku akhlak termulia di dunia dan di akhirat? Maafkan orang yang pernah menganiayamu, sambung silaturahmi orang yang memutuskanmu dan berikan sesuatu kepada orang yang telah melarang pemberian untukmu.”

Sedangkan seseorang yang suka memutus tali silaturahmi maka dianggap sebagai “perusak” kehidupan.

Hal ini sebagaimana dengan firman Allah SWT: Apakah seandainya berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaanmu? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah SWT. Lalu, Dia menulikan (pendengaran) dan membutakan penglihatan mereka. (QS Muhammad:22-23).

Selain dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, silaturahmi juga dapat menjaga kerukunan dan keharmonisan dengan sesama. Dorongan untuk saling memaafkan dengan tetap bersilaturahmi bisa membuat hubungan menjadi harmonis. Karena setiap manusia tidak akan pernah lepas dari kesalahan dan dosa, tentunya seseorang akan meminta maaf dan memaafkannya.

Seseorang yang memutuskan hubungan silaturahmi dianggap sebagai perusak bumi. Bahkan ia juga akan mendapat laknat dari Allah SWT. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam salah satu hadits berikut bahwa Rasulullah SAW bersabda:“Tak akan masuk surga pemutus tali silaturahmi”.(HR. Bukhari dan Muslim).

Manfaat silaturahmi selanjutnya adalah dijauhkan dari neraka. Seorang muslim yang menjalin kembali tali silaturahmi maka akan dijauhkan dari neraka. Sebagaimana dalam salah satu hadis berikut ini, yang artinya:“Engkau menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” (HR Bukhari dan Muslim).

Manfaat lain dari silaturahmi adalah dapat membuat kita menjadi mulia. Mengunjungi anggota keluarga dan orang-orang terkasih merupakan salah satu cara untuk menciptakan keharmonisan dan kedekatan. Selain itu, persahabatan adalah praktik dengan nilai pahala yang besar. Barang siapa yang selalu menjaga silaturahmi, Allah SWT akan menambah rezeki dan memperpanjang umurnya.

Selain itu Rasulullah SAW bersabda : Sebaik baik kebajikan adalah seseorang yang menghubungkan tali persaudaraan dengan orang-orang yang dicintai ayahnya (HR Muslim). Selanjutnya pahala yang didapat untuk silaturahmi adalah masuk surga:“Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali persaudaraan, shalatlah di malam hari ketika manusia terlelap tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (H.R Ibnu Majah).

Sampai jumpa pada silaturahmi /reuni yang akan datang….. Unforgettable ( yang tidak dapat dilupakan)……*

*Penulis Pelajar SMAN Cianjur Angkatan 1981 dan lulusan Magister Ekonomi
Pembangunan FEB UGM