Jengkol Balado, Semur Jengkol Teman Makan Siang oleh Dede Supriatna

Mengkonsumsi jengkol ternyata dapat menjaga daya tahan tubuh berkat kandungan vitamin C di dalamnya.(Dok.Dede Supriatna).**

SATUMEDIA.ID – Mengkonsumsi jengkol ternyata dapat menjaga daya tahan tubuh berkat kandungan vitamin C di dalamnya. Baunya memang khas dan menyengat, tetapi tidak menghalangi penggemarnya termasuk penulis untuk tetap menikmati jengkol.

Apalagi istri penulis sebagai chef memasak jengkol balado maupun semur jengkol maknyus membuat rasa lapar bertambah. Bagi penggemar jengkol biasanya memilih engkol asal Jepara Jawa Tengah. Jengkol ini dikenal karena empuk dan gurih. Apalagi kalau jengkol itu dibuat jengkol balado atau semur jengkol ditanggung lahap untuk teman makan siang.

Untuk mendapatkan jengkol yang empuk adalah dengan tidak memasaknya terlalu lama. Cukup rebus selama sekitar 30 menit. Memasak jengkol lebih lama dari itu dapat menyebabkan aroma dan rasa pahitnya semakin kuat. Agar lebih empuk sebelum dimasak jengkol direndam dulu selama satu jam atau lebih.

Jengkol mengandung beragam nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Menurut dr. Gracia Fensynthia, jengkol juga mengandung senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi.. Berkat kandungan vitamin C, jengkol menjadi salah satu makanan yang bisa dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh.

Vitamin C mampu mendorong produksi sel darah putih dan meningkatkan fungsinya sehingga tubuh terlindung dari infeksi. Melancarkan buang air besar,mengkonsumsi jengkol matang dipercaya dapat mengatasi sembelit atau konstipasi.

Manfaat jengkol ini diperoleh dari kandungan air dan serat di dalamnya yang mampu melunakkan tinja. Dengan begitu, buang air besar pun menjadi lebih lancar. Mengendalikan tekanan darah, jika Anda menderita tekanan darah tinggi, jengkol cocok untuk dimasukkan dalam menu sehari-hari.

Kandungan kalium dalam jengkol dinilai baik untuk mengendalikan tekanan darah. Makanan tinggi kalium diketahui dapat menurunkan tekanan darah tinggi, terutama pada penderita hipertensi. Meski begitu, konsumsi jengkol saja tetap tidak bisa menggantikan pengobatan medis untuk hipertensi. Perlu diingat, jengkol sebaiknya jangan digoreng dan ditambah banyak garam karena tidak baik untuk dikonsumsi oleh penderita hipertensi.

Manfaat jengkol lainnya ialah mengontrol kadar gula darah berkat kandungan kalium dan serat pada jengkol. Kalium dan serat mendukung kerja insulin serta memperlambat penyerapan gula sehingga membuat jengkol dinilai baik dalam mengontrol kadar gula darah.

Namun, untuk mengontrol kadar gula darah pada kondisi diabetes, penderitanya juga dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan rendah gula dan obat-obatan sesuai anjuran dokter.

Kandungan vitamin C dalam jengkol juga berperan penting dalam mencegah penyakit kronis yang disebabkan oleh radikal bebas, salah satunya kanker. Ditambah lagi, kandungan senyawa fenolik di dalam jengkol bersifat antikanker yang mampu menurunkan risiko terjadinya kanker. Jengkol memang memberikan manfaat bagi kesehatan.

Namun, Anda disarankan untuk mengonsumsi jengkol secukupnya. Kalau terlalu banyak, asam jengkolat dalam jengkol berpotensi memicu gangguan pada ginjal atau saluran kemih. Asam jengkolat mirip seperti asam urat yang menyebabkan pembentukan kristal di ginjal atau saluran kemih.

Keracunan jengkol (kejengkolan) bahkan menjadi salah satu penyebab gagal ginjal yang umum terjadi.Orang yang mengalami kejengkolan biasanya menunjukkan gejala yang mirip dengan penderita batu ginjal dan batu kandung kemih, seperti nyeri saat buang air kecil, urine berdarah, mual, muntah, nyeri di pinggang, atau tidak bisa buang air kecil sama sekali.

Sebagai pertolongan pertama kejengkolan, minumlah air putih yang banyak agar kandungan asam jengkolat keluar bersamaan dengan urine. Untuk meminimalkan bahaya keracunan asam jengkolat, pengolahan jengkol harus tepat. Sebaiknya jengkol direbus lebih dahulu sebelum dibuat balado satau semur jengkol.

Mengutip dari RRI.co.id, jengkol adalah tanaman tropis (Archidendron pauciflorum) yang menghasilkan biji berbentuk pipih, biasanya dikonsumsi sebagai makanan meskipun sering menuai pro dan kontra karena baunya yang kuat, jengkol tetap memiliki tempat istimewa di hati sebagian besar masyarakat.

Salah satu daya tarik utama jengkol adalah rasanya yang khas, tekstur empuk, rasa gurih, dan aroma yang tak tertandingi. Di pasar internasional, produk-produk eksotis yang memiliki keunikan rasa sering kali justru menjadi incaran, khususnya di kalangan pecinta kuliner otentik dan para diaspora Indonesia di luar negeri.

Permintaan terhadap bahan makanan asli tanah air semakin meningkat, terutama untuk memenuhi kebutuhan restoran Asia maupun pasar komunitas Asia di negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Belanda, hingga Arab Saudi.

Berdasarkan data Departemen Perdagangan dan Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor bernilai miliaran rupiah dan melonjak naik sejak 2020 sudah dikisaran mencapai US$4,7 juta (sekitar Rp73,5 miliar). Jengkol tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk segar. Kini, sudah banyak inovasi produk olahan jengkol seperti jengkol balado kemasan, keripik jengkol, rendang jengkol instan, hingga jengkol beku (frozen).Produk-produk olahan ini lebih mudah dikemas dan tahan lama, sehingga sangat cocok untuk kebutuhan ekspor.

Nilai jualnya pun meningkat karena memberikan kemudahan dalam penyajian serta memperluas target pasar ke konsumen modern yang mencari kepraktisan.*

*Penulis alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM