SATUMEDIA.ID – Doa merupakan salah satu sarana bagi seorang hamba untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT. Selain itu, doa juga merupakan bagian dari ibadah dan bahkan saripati ibadah itu sendiri sebagaimana yang diisyaratkan Rasulullah SAW, “al-du’a mukhkhu al-ibadah” yakni doa adalah inti ibadah.
Dalam ajaran Islam, doa adalah salah satu ibadah yang paling dianjurkan. Ada banyak ayat Al Quran dan hadist yang berbicara mengenai doa. Oleh karena itu, sudah sepantasnya seorang muslim untuk berdoa dalam rangka meminta atau memohon apa yang diinginkannya – selain berusaha atau berikhtiar mendapatkannya – hanya kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda : “Tidak ada sesuatu yang paling mulia bagi Allah SWT daripada doa.” (HR. Ahmad).
Salah satu ayat Al Quran yang memerintahkan manusia untuk berdoa dan Allah SWT akan mengabulkan doa tersebut adalah surat Ghafir ayat 60 yang berbunyi: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”
Menurut Dr. Rasyid Al Abdul Karim dalam bukunya Materi Pengajian Setahun disebutkan adab berdoa agar mustajab diantaranya : Pertama Allah SWT berfirman mengenai tata cara Nabi Zakaria AS dalam berdoa yaitu ia berdoa kepda Rabbnya dengan suara yang lembut (Surat Maryam:3) .
Kedua Allah SWT memerintahkan untuk rendah hati ketika berdoa . Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas( Al-A’raf :55).
Ketiga, Rasulullah SAW ,menganjurkan agar berdoa dengan kalimat yang ringkas namun sarat makna .Sebagaimana diriwayatkan Aisyah AS, Rasulullah SAW menyenangi doa-doa yang singkat namun mengandung kebaikan yang banyak dan meninggalkan selain itu ( HR Abu Dawud).
Keempat Rasulullah SAW melarang kita berdoa mengandung keburukan untuk diri sendiri maupun orang lain. Kelima , kita hendaknya harus yakin ketika berdoa .Makanya tidak boleh berdoa dengan mengaitkannya dengan kehendak Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda “ Jika salah seorang dari kalian berdoa maka janganlah ia mengucapkan .’Ya Allah ampunilah aku jika engkau menghendaki,berilah rejeki kepadaku jika engkau menghendaki’, namun hendaknya ia yakin dalam meminta, karena tidak ada yang memaksa-NYA (HR Bukhari).
Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda “ Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabbnya ialah pada saat ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa ( didalamnya) ( HR Muslim). Selain itu waktu doa mustajab sesuai sabda Rasulullah SAW “ Doa antara azan dan iqamah tidak akan ditolak (HR Tirmidzi). Diantara waktu paling mustajab lainnya adalah sepertiga malam terakhir khususnya pada saat salat tahajud.
Rasulullah SAW, telah menjanjikan untuk umatnya bahwa doa mereka pasti akan dikabulkan selagi tidak menyalahi syariat. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah sabda Rasulullah SAW “ doa seorang hamba akan senantiasa dikabulkan selagi ia tidak berdoa untuk perbuatan dosa atau untuk memutuskan kekerabatan dan tidak tergesa-gesa ( HR Bukhari).
Rasulullah SAW menyampaikan bahwa, “Ada tiga orang yang mustajab tanpa diragukan lagi, yaitu: (1) Doa orang yang dianiaya, (2) Doa orang yang dalam perjalanan, dan (3) Doa kedua orang tua kepada anak-anaknya.” (HR Bukhari dan Tirmidzi).
Menurut ustaz Budi Ashari, Dai yang populer sebagai pakar sejarah Islam menyampaikan nasihat agar kita tidak pernah lelah dan putus asa dalam berdoa. Sebab seperti disampaikan di awal –“Berdoalah kepada-Ku, pasti akan Aku kabulkan.” . Para ulama menjelaskan bahwa doa seorang muslim akan dikabulkan Allah SWT dalam tiga cara yaitu langsung dikabulkan; ditunda dan diselamatkan dari bala sesuai kadarnya; dan disimpan untuk hari kiamat, jadi pahala untuknya. “Kalau Allah SWT yang tolong tidak ada permasalahan yang tidak ada solusi.
Bahkan yang kata manusia mustahil sekalipun. Untuk Allah SWT tidak ada sama sekali kata mustahil.” “Coba Nabi Zakaria, minta anak umur berapa? Nabi Zakaria sudah tua, bahkan beliau mengakui sendiri pada surat Maryam ayat 4. Ada yang mengatakan 100 tahun lebih, ada yang mengatakan di bawah 100, sudah sangat sepuh.” “Lalu yang lebih berat disamping beliau tua, istrinya pun tua.
Apa yang lebih berat lagi? Tercantum pada Surat Maryam Ayat 5. Dalam riwayat lain, “istri saya mandul”. Sudah tau tua, sudah tau mandul, kok minta anak? Coba minta yang lain. Itu apa artinya? Itu bukti bahwa jangan pernah lelah dalam berdoa.” Minta apa saja pada Allah SWT dari yang besar sampai yang sepele. Kalau semua ahli bilang mustahil, tidak ada yang mustahil untuk Allah SWT.
Orang beriman itu kuatnya minta ampun. Tidak ada kata putus asa. “Pak, ini kata semua professor, dokter, katanya sudah ngga ada obatnya.” Itu kata manusia. Subhanallah. “Ini menurut pakar Pak nggak ada solusinya.” Siapa bilang? Itu Nabi Zakaria dikasih anak Nabi Yahya kan? Nabi Yahya itu istimewa luar biasa.
Makanya dari itu janganlah berputus asa. Solusi orang beriman selalu ada.” Do’a itu ibarat mendayung sampan perlahan walaupun kau kelelahan pasti akan sampai ke tujuan.Begitulah permohonanmu kepada Rabb-mu, bila kau Istiqomah dan sabar pasti suatu hari nanti akan terkabulkan.
Dari sahabat Abu Hurairah Rasulullah SAW bersabda : “Senantiasa do’a seorang hamba akan di kabulkan, selama tidak berdo’a yang mengandung dosa atau memutus (hubungan) rahim, dan selama tidak terburu-buru.”Sahabat bertanya :wahai Rasulullah SAW apa itu isti’jal (terburu-buru)?Rasulullah SAW menjawab ,”Seorang hamba yang mengatakan, ‘Aku telah berdo’a, aku telah berdo’a, namun belum ku lihat Allah mengabulkan untukku, lalu dia menyesal ketika itu dan meninggalkan do’a’.”(H.R Muslim ). “Rasulullah SAW menyebutkan tentang hari Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’.
Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari). “Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah SWT pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud).*
*Penulis Dede Supriatna alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM .
