SATUMEDIA – Ada pilihan bagi orang tua menyekolahkan anaknya bisa sekolah berbasis pondok pesantren atau sekolah berasrama atau Boarding School. Boarding School merupakan konsep sekolah dimana setiap siswa diberikan fasilitas asrama untuk menginap.
Sedangkan menurut Kamus Oxford Advanced Learner’s Dictionary, seperti yang dikutip dalam buku Pendidikan Karakter Melalui Konsep Boarding School oleh Ahmad Zaenuri. Boarding School diartikan sebagai school where some or all the pupils live during the term, artinya adalah sekolah atau lembaga pendidikan, di mana siswanya belajar dan tinggal bersama selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Konsep pendidikan di Boarding School ini cukup unik, karena siswa tidak hanya dididik dan dibina dengan pendidikan karakter juga kompetensi yang mumpuni . Salah satu kelebihan boarding school adalah pergaulan anak selama disekolah dan di asrama pasti bisa terjaga. Karena ketatnya peraturan boarding school dan juga adanya sanksi jika siswa melanggar.
Pergaulan siswa juga akan tetap terjaga karena setiap boarding school pasti memiliki peraturan yang nyaris sama yaitu melarang siswa untuk keluar dari area asrama. Selain itu juga biasanya setiap boarding school memiliki beberapa pos penjagaan dimana setiap pos juga terdapat CCTV yang dapat memantau siswa jika ingin meninggalkan asrama secara diam- diam atau jika seorang siswa ingin keluar tanpa ada izin .
Sudah pasti sekolah berasrama memang memiliki beberapa kelebihan namun dibalik itu juga terdapat kekurangan salah satunya adalah biaya yang relatif lebih tinggi daripada pesantren. Namun dibalik biaya yang lebih tinggi itu fasilitas dan hasil yang didapatkan bisa lebih dari harga yang dibayarkan.
Apalagi jika anda merupakan orang tua bijaksana yang menyekolahkan putra putri anda ke boarding school terbaik yang bisa menghargai setiap potensi siswanya. Sebagi contoh di Cianjur ada boarding school yang sudah 12 tahun berdiri namanya SICC ( Sekolah Islam Cendekia Cianjur).
Boarding school yang SICC usung berupa pendidikan berwawasan pesantren. Program khusus kepesantrenan meliputi kajian Tauhid, Tajwid, Tahfidz, Fikih, dan Bahasa Arab dengan pendekatan Ainurrahmah (bahwa semua tindakan guru kepada peserta didik didasari rasa kasih sayang.
Terhadap peserta didik yang berperilaku kurang baik tetap disikapi dengan pandangan kasih sayang). Dalam program SICC termasuk digital school penerapan pembelajaran futuristik berbasis teknologi, dengan pengelolaan mutakhir dan pengawasan yang proporsional berbasis digital responsibility.
Dijelaskan juga SICC mengacu program pendidikan nasional yakni kurikulum Merdeka Student-Centered Learning, Project Based Learning, New Paradigm Approach. Selain itu SICC menjalankan program Sekolah Sehat Nasional dan alhamdulilah meraih penghargaan sebagai sekolah sehat nasional.
Sebagai bukti keseriusan pengelola SICC sudah masuk Terakreditasi “A” SMP Islam Cendekia | NPSN : 60728959 | Nomor Sertifikat : 1346/BAN-SM/SK/2021.
Untuk mewujudkan sekolah modern telah terjalin kerjasama Bridge School (Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement), program kemitraan pendidikan pemerintah Australia-Indonesia ).
Ini adalah sebuah program membentuk kemitraan sekolah yang berkelanjutan dan komunitas pelajar internasional. Mendukung para peserta didik untuk berkolaborasi dalam sebuah proyek, membangun kompetensi global dan membangun persahabatan jangka panjang dengan rekan-rekan mitra di Australia membangun kemampuan guru para guru untuk mengembangkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.
Sebagai komitmen SICC untuk melahirkan murid berprestasi maka proses mengajar didukung oleh para pendidik profesional berpengalaman dan lulusan perguruan tinggi terakreditasi seperti ITB, UPI, UNPAD, UIN, UNIKOM, dan sebagainya. Untuk menunjang aktifitas murid SICC sering mengikuti perlombaan baik dalam dan luar negeri.
Dari beberapa perlombaan tersebut sudah masuk kategori juara misalnya lomba karya ilmiah remaja (KIR) pernah mendapat medali emas dan perak dan perlombaan lainnya agar siswa siap untuk berkompetisi dan berprestasi di luar SICC.
Bagi siswa tersedia beberapa program ekstrakurikuler ada sains, matematika, IT club, dari bidang olahraga ada futsal, silat, karate, berkuda , berenang, memanah dan wajib Pramuka. Prestasi membanggakan terbitnya buku pidato murid dalam empat bahasa ( Indonesia, Arab,Inggris dan Sunda) sudah beredar luas .
Sampai 2024, TK SICC memiliki 45 siswa, SD sebanyak 142 siswa, SMP sebanyak 257 siswa dan SMA sebanyak 20 siswa .Sementara yang mondok ada sekitar 257 siswa, untuk TK, SD dan SMA pulang ke rumah.
Sementara itu pesantren didirikan lebih sering secara perorangan, atau bahkan didirikan seorang kyai yang sekaligus mengajar di pesantren tersebut. Pondok pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan Islam yang tumbuh serta diakui masyarakat sekitar dengan sistem asrama (komplek) di mana santri-santri menerima pendidikan agama melalui sistem pengajian atau madrasah yang sepenuhnya berada dibawah kedaulatan dari kepemimpinan seseorang atau beberapa orang kyai dengan ciri-ciri khas yang bersifat kharismatik serta independen dalam segala hal.
Pondok pesantren tumbuh sebagai perwujudan sebagai strategi umat Islam untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam. Selain itu,pesantren menjadi sarana untuk bisa menampung jumlah anak-anak yang akan diberikan pengajaran pendidikan Islam secara mendalam.
Pesantren pada umumnya lebih menitikberatkan pada nilai-nilai yang sudah mapan atau tradisional, sedangkan sistem boarding school sejak awal didirikannya mengadopsi dan memadukan nilai tradisional dan modern secara integratif dan selektif .Sekarang apa perbedaan pesantren dan boarding school?
Sebenarnya sistem yang diterapkan antara pesantren dan boarding school hampir sama. Namun, tentu ada perbedaan di antara keduanya. Dikutip dari buku Model Pengembangan Karya Ilmiah Bidang Pendidikan Islam oleh Dr. Yayat Suharyat, perbedaan pesantren dan boarding school dapat dilihat dari pendiriannya dan segi biayanya.
Ditinjau dari pendiriannya, pondok pesantren lebih sering dibangun dengan sederhana. Untuk berkembang hingga memiliki banyak gedung dan ruang, pondok pesantren biasanya membutuhkan waktu yang lama.
Sedangkan boarding school dibangun dengan sekaligus dengan fasilitas lengkap. Ditinjau dari segi biaya, pondok pesantren lebih dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Akibatnya, fasilitas penunjang pendidikan yang disediakan pun apa adanya.
Biasanya, fasilitas akan bertambah apabila mendapat sumbangan atau bantuan dari masyarakat luas.
Sekarang terpulang kepada Anda sebagai orang tua memilih boarding school atau pesantren dengan segala kelebihan dan kekurangannya untuk menyekolahkan putra-putrinya.
*Penulis Dede Supriatna mantan pekerja Bank BRI, lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM.

