SATUMEDIA.ID – Surah Al Mulk akan menjadi garda terdepan yang membela sang pembacanya. Sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, “Surah Tabaarakal Ladzii Biyadihil Mulk (surah tentang Maha Suci yang di tangan-Nya segala kerajaan) akan menjadi pembela bagi pembacanya di dalam kubur”.
Menurut Zainuddin Lubis, surat Al Mulk tergolong surat Makiyyah dengan 30 ayat yang membahas tentang kekuasaan Allah SWT atas seluruh alam semesta. Di balik kandungannya yang penuh makna, surat Al-Mulk menyimpan rahasia luar biasa, yaitu mampu membebaskan pembacanya dari siksa kubur.
Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki, bahwa membaca surat Al-Mulk memiliki keutamaan yang besar dalam Islam. Keutamaan membaca surat Juz ke-29 ini adalah mampu menyelamatkan diri dari siksaan kubur.
Tak bisa dipungkiri, alam Kubur merupakan alam barzakh yang penuh dengan berbagai pertanyaan dan siksaan bagi orang-orang yang berdosa. Membaca surat Al-Mulk secara rutin diyakini dapat menjadi penyelamat dari siksaan tersebut. Tak bisa dipungkiri, sejatinya alam kubur merupakan fase transisi antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat yang dipenuhi dengan berbagai ujian dan perhitungan atas amal perbuatan manusia.
Bagi orang yang telah meninggal dunia, alam kubur menjadi panggung di mana mereka diuji dan dihukum sesuai dengan perbuatan baik atau buruk yang dilakukan semasa hidupnya.

Sumber : FB Islam Itu Indah
Surat Al-Mulk, yang merupakan salah satu surat dalam Al Quran, diyakini memiliki keistimewaan tersendiri dalam menjaga dan melindungi seseorang dari siksaan alam Kubur. Dengan membaca surat Al-Mulk secara rutin, umat Islam meyakini bahwa mereka dapat memperoleh perlindungan dari azab yang mungkin menanti di alam barzakh tersebut.
Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki mengatakan : “Membaca surat Tabarak/al-Mulk untuk menyelamatkan diri dari siksaan kubur. Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda , “Beberapa sahabat Rasululullah SAW mendirikan kemahnya di atas sebuah kuburan. Ia tidak menyangka bahwa itu adalah kuburan. Kemudian, ada seorang manusia yang dikuburkan di sana. Orang itu membaca surat Al-Mulk sampai selesai.
Lalu, Rasullullah SAW datang dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku mendirikan kemahku di atas sebuah kuburan. Aku tidak menyangka bahwa itu adalah kuburan. Kemudian, ada seorang manusia yang dikuburkan di sana. Ia membaca surat Al-Mulk sampai selesai.’ Rasulullah SAW kemudian berkata, ‘Itulah yang mencegah (siksaan) dan menyelamatkan. Ia menyelamatkannya dari siksaan kubur,” (HR. Imam Tirmidzi).
Sementara itu, Syekh Muhammad bin Abdul Baqi bin Yusuf al Zarqani menjelaskan tentang keutamaan membaca Surat Al-Mulk yang bisa memberikan syafaat bagi pembacanya di hari kiamat dan membebaskan siksa kubur bagi mayit, serta memberikan ketenangan hati.
Oleh karena itu, dianjurkan untuk membaca Surat Al-Mulk secara rutin, terutama sebelum tidur. Artinya: “Barangsiapa yang membaca surat “Tabarak” (Al-Mulk) dengan istiqamah, maka surat tersebut akan menjadi pembelanya di hadapan Allah SWT pada hari kiamat. Ketika setiap jiwa akan sibuk membela diri sendiri, surat ini akan membela orang yang membacanya. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr.
Arwah Abdullah bin Hamid, At-Thabrani, dan Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa seorang laki-laki berkata: “Bacalah surat ‘Tabarak’ karena surat tersebut dapat menyelamatkan dan membela pembacanya di hadapan Allah pada hari kiamat. Surat tersebut mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon agar Allah SWT menyelamatkan pembacanya dari siksaan-Nya.” Rasulullah SAW bersabda: “Aku ingin surat ini berada di dalam hati setiap orang dari umatku.”
Sa’id bin Mansur meriwayatkan dari Amru bin Murrah bahwa: “Dahulu ada yang mengatakan bahwa di dalam Al-Qur’an terdapat surat yang dapat membela pembacanya di dalam kubur. Surat tersebut terdiri dari 30 ayat.
Mereka kemudian mencari dan menemukan bahwa surat tersebut adalah surat ‘Tabarak’.” As-Suyuthi berkata: “Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa surat ‘Tabarak’ dapat membela pembacanya di dalam kubur dan di hari kiamat. Surat tersebut dapat menyelamatkan pembacanya dari siksaan dan memasukkannya ke dalam surga,”.
Adapun, Muhammad bin Abdur Rahman Mubarakfuri menegaskan bahwa surat tersebut memiliki manfaat luar biasa dalam menjaga seseorang dari azab kubur serta mencegah mereka dari melakukan perbuatan dosa yang dapat menyebabkan siksa tersebut.
Mubarakfuri menjelaskan bahwa kekuatan surat Al-Mulk bukan hanya terbatas pada perlindungan dari siksa kubur, tetapi juga memberikan pemahaman yang mendalam tentang konsekuensi perbuatan dosa.
Dengan merenungkan makna-makna dalam surah ini, seseorang diingatkan akan akibat dari perbuatan yang tidak benar, sehingga mereka dapat menjauhkan diri dari tindakan dosa yang berpotensi mengakibatkan siksa di akhirat. Oleh karena itu, dianjurkan bagi setiap Muslim untuk membaca surat Al-Mulk secara rutin, terutama pada bulan Sya’ban yang mulia ini.
Menurut ustadz Ari Sumanto dalam suatu kesempatan tahlilan , membaca Surat Al-Mulk secara rutin setiap malam sebelum tidur merupakan salah satu cara yang dianjurkan dalam Islam untuk mendapatkan perlindungan dari siksa kubur.
Siksa kubur adalah salah satu aspek dari kehidupan setelah mati yang sering dibahas dalam Al-Qur’an dan Hadits. Surat Al-Mulk, yang dikenal dengan nama, surat Tabarak, surat Kerajaan atau Penguasaan, mencerminkan tema sentral tentang kekuasaan Allah SWT yang meliputi segala sesuatu di alam semesta.
Dengan melaksanakan bacaan surat ini secara konsisten, seorang Muslim akan memperoleh perlindungan ilahi yang kuat terhadap segala bentuk azab yang mungkin datang setelah kematian.
Surat ini, dengan kekuatan dan maknanya yang mendalam, berfungsi sebagai benteng spiritual yang menjaga pembacanya dari berbagai bahaya dan siksa di alam kubur. Bacaan ini tidak hanya menguatkan iman tetapi juga menanamkan rasa ketenangan dan keyakinan akan rahmat Allah, sehingga setiap individu merasa lebih tenang menghadapi kehidupan setelah mati.
Selain sebagai pelindung dari siksa kubur, Surat Al-Mulk juga dikenal memberikan syafaat pada hari kiamat. Dalam berbagai riwayat, disebutkan bahwa surat ini akan memberikan syafaat, memohonkan ampunan dan perlindungan bagi pembacanya di hari kiamat, meringankan beban dan azab di akhirat.
Surat ini diibaratkan sebagai jaminan spiritual yang berharga, yang akan mendukung dan membela pembacanya di hari pembalasan. Melalui bacaan yang konsisten, seorang Muslim akan memperoleh manfaat besar di akhirat, termasuk perlindungan dari segala bentuk kesulitan dan kesengsaraan.*
*Penulis Dede Supriatna alumni Tahassush Kulliyatil Muballighin Assyakur Angkatan 31/2023 dan lulusan Magister Ekonomi Pembangunan FEB UGM.

