SATUMEDIA.ID – Persib Bandung berhasil back to back juara Liga 1 tanpa harus melakoni pertandingan. Gelar juara tak bisa dilepaskan dari hasil laga Persik Kediri menahan Persebaya Surabaya 3-3 di Stadion Brawijaya, Kediri pada Senin (5/5/2025).
Duel Jawa Timur itu memuluskan Persib Bandung menjadi juara Liga 1 2024-2025. Bagi Pangeran Biru julukan Persib, gelar juara ini menjadi yang “pertama” sejak Liga I atau Liga Indonesia pertama digulirkan.
Kenapa yang pertama? Ya, Persib memang telah merengkuh 4 kali juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Namun, 3 juara sebelumnya selalu diraih dengan format Championship Series. Dan baru pada musim kompetisi 2024/2025, Persib juara dengan format kompetisi penuh dua putaran atau double round robin.
Tentunya ini menjadi pembuktian bahwa Persib tidak hanya bisa jadi juara liga dengan format Championship Series atau format final.
Persib menjadi juara Liga 1 atau dulu dikenal Ligina untuk musim pertama yang menggabungkan kompetisi Perserikatan dengan Galatama pada 1994/1995.
Persib Bandung langganan menjadi juara liga Indonesia dengan menggunakan format final. Catatan ini dimulai sejak munculnya kompetisi Liga Indonesia mulai 1994/1995.Di final menaklukan Petrokimia di Jakarta.
Dengan format final pula, saat masih di kompetisi Perserikatan, Persib menjadi juara dalam lima edisi Perserikatan, yakni pada 1937, 1959-1961, 1986, 1989-1990, dan 1993-1994.
Catatan menarik lainnya, Bojan Hodak menjadi pelatih pertama Persib yang membawa back to back Juara Liga 1. Bahkan, pada kompetisi tahun ini gelar juara diraih dengan menyisakan tiga pertandingan lagi.
Hodak juga mencatatkan dirinya sebagai pelatih asing pertama yang.membawa Persib menjadi juara. Yaitu, juara Liga 1 2023/2024, dan 2024/2025.
Capaian Hodak menyamai Indra M. Tohir yang mampu melakukan back to back juara. Abah Tohir, sapaan akrab Indra M. Tohir, melakukan back to back di kompetisi berbeda pada pertengahan dekade 1990-an.
Dikutip dari laman Persib, ketika pertama kali ditunjuk sebagai pelatih kepala, Abah Tohir langsung mengantarkan Persib menjuarai Kompetisi Perserikatan 1993/1994 setelah mengalahkan PSM Makassar 2-0 pada pertandingan final di Stadion Utama Senayan Jakarta, 17 April 1994. Dua gol kemenangan PERSIB disumbangkan Yudi Guntara menit 26 dan Sutiono Lamso menit 71.
Setahun kemudian, ketika PSSI melebur kompetisi perserikatan dan Galatama menjadi Liga Indonesia, Abah Tohir yang masih dipercaya sebagai pelatih kembali mengantarkan Persib menjadi kampiun. Pada pertandingan final di Stadion Utama Senayan Jakarta, 30 Juli 1995, Persib menundukkan Petrokimia Putra 1-0 melalui gol tunggal Sutiono Lamso menit 76.
Rekor juga dibukukan Kevin Ray Mendoza menjadi kiper asing pertama yang menjadi bagian tim Persib menjadi juara secara beruntun.*





