Mantan Pemain Persib Bersaing dengan Greg Nwokolo, dan Rony Beroperay Meraih Beasiswa FIFA Master

Program Garuda Academy diresmikan PSSI di Mandiri University Daan Mogot, Jakarta pada Selasa (6/5/2025).(Dok.PSSI).**

SATUMEDIA.ID – Program Garuda Academy yang diluncurkan PSSI menarik minat dari berbagai kalangan. Tercatat sejak program ini dibuka pada 19-24 April 2025 lalu, 300 orang lebih yang mendaftar. Namun melalui seleksi yang ketat dan terpilih 105 peserta.

Peserta yang mendaftar berasal dari profesional muda di bidang olahraga dan lulusan baru dari universitas ternama. Termasuk tiga pesepakbola yang pernah membela timnas Indonesia.

Sebut saja Greg Nwokolo, Rony Beroperay, dan Yanto Basna yang pernah memperkuat Persib Bandung pada 2012-2013.

Syarat peserta merupakan WNI yang berdomisili di Indonesia, berusia maksimal 30 tahun, telah menempuh pendidikan minimal sarjana, fasih dalam bahasa Inggris, serta memiliki akun Garuda ID. Seleksi dilakukan melalui serangkaian tahapan yang menilai aspek teknis, kemampuan komunikasi, dan visi peserta terhadap masa depan industri olahraga.

Selama program berlangsung, peserta akan mengikuti pelatihan intensif yang terdiri atas lima tahap dimulai dari CORE 1.0 hingga CORE 5.0.

Di batch pertama Garuda Academy yang diikuti 105 peserta akan dilakukan seleksi ketat secara bertahap oleh FIFA dan AFC, hingga akhirnya mengerucut pada lima finalis yang akan diseleksi lagi untuk dipilih melanjutkan beasiswa ke FIFA Master atau universitas terkemuka di Amerika hingga Eropa. Jenjang FIFA Master merupakan tahap pendidikan tertinggi di module FIFA dalam bidang sport management.

Program Garuda Academy merupakan bagian dari transformasi besar PSSI menuju ekosistem sepak bola profesional yang berkelanjutan. Dengan melibatkan mitra seperti FIFA dan LPDP, PSSI menegaskan komitmennya terhadap pembinaan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global.

Dalam jangka panjang, alumni akademi ini diharapkan bisa menduduki posisi strategis, baik di level klub, federasi, maupun lembaga internasional yang bergerak di industri olahraga.

Program Garuda Academy diresmikan
PSSI di Mandiri University Daan Mogot, Jakarta pada Selasa (6/5/2025). Pada momen bersejarah ini Ketua Umum PSSI, Erick Thohir hadir membuka langsung dan didampingi oleh Wakil Ketua Umum Zainudin Amali, anggota Komite Eksekutif Arya Sinulingga, Endri Erawan, Sekjen Yunus Nusi. Hadir juga tiga pemain timnas U-17 yakni Daffa Al Gasemi, Muhammad Zahaby Gholy, dan Fabio Azkairawan

Peresmian ini juga dihadiri oleh perwakilan FIFA diantaranya Kanya Keomany (FIFA Council Member), Sanjeevan C. Balasingam (FIFA Director MA Asia-Oceania), Theodore Giannikos (FIFA Director of Special Project), Lavin Vignesh (FIFA Lead Regional Office), Andres Portabella (Senior Capacity Development and Education Manager), dan Yazeen Buhari (Advisor Consultant at FIFA Campus). Selain itu juga hadir perwakilan dari Bank Mandiri, Yayasan Bakti Sepak bola Indonesia, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menyatakan transformasi sepak bola Indonesia harus melampaui jauh dari sekadar kompetisi di lapangan sepak bola. Dia menambahkan, dibutuhkan leadership baru untuk melanjutkan transformasi dan bangun ekosistem sepakbola berkelanjutan.

Pembukaan Garuda Academy, menurut Erick menjadi insiatif yang tidak hanya baru, tapi juga komitmen kuat PSSI untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Indonesia, terutama dalam tata kelola dan manajemen olahraga paling populer di dunia ini.

“Inilah momen terbaik kolaborasi antara FIFA dan PSSI. Setelah saya meresmikan FIFA Arena sebagai sarana untuk menyalurkan antusiasme sepakbola bagi anak-anak melalui sekolah, kini giliran program perdana Garuda Academy yang juga didukung FIFA bersama AFC resmi dibuka. Artinya, usaha PSSI untuk terus memajukan dan mentransformasi sepakbola tidak akan berhenti karena FIFA dan AFC hadir bersama kita,” kata Erick Thohir dilansir dari laman resmi PSSI.

Erick menambahkan, antusiasme masyarakat Indonesia yang 75% mencintai sepak bola harus diimbangi dengan keberadaan sumber daya manusia yang memahami manajemen, tata kelola, dan operasional di bidang olahraga, khususnya sepak bola.

“Inisiasi Garuda Academy bersama FIFA dan AFC dilandasi kepedulian PSSI, bahwa jika ingin makin profesional dan berkelanjutan program transformasinya, maka manusianya harus dibangun. Garuda Academy ditujukan untuk bentuk karakter dan kapabilitas manusianya agar mereka bisa bangun sports management di Indonesia,” pungkasnya.*

Pos terkait