Warga Cikalongwetan Ini Tinggal Berdesak-desakan di Gubuk, Kini Mimpi Tinggal di Rumah Nyaman Menanti

Kondisi rumah Yadi Suryadi sebelum diperbaiki warga Kampung Cikara II RT 01/RW 12, Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Dok.Baznas KBB).**

SATUMEDIA.ID – Tinggal di rumah nyaman dengan pekarangan yang luas menjadi dambaan setiap orang. Tapi, terkadang itu hanyalah sebuah impian.

Seperti yang dialami Yadi Suryadi (52), warga Kampung Cikara II RT 01/RW 12, Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Ia dan istri, serta delapan anaknya tinggal di rumah yang jauh dari standar layak huni. Lebih layak disebut gubuk, dinding biliknya berlubang, berlantaikan tanah, dan bangunnya reyot rawan ambruk.

Kondisi tempat tinggal yang rapuh dan jauh dari standar kelayakan, membuat keluarga ini harus menumpang sementara di rumah sang bibi. Lima dari anak-anaknya pun masih duduk di bangku sekolah, menambah beban kebutuhan sehari-hari yang cukup berat.

Prihatin dengan kondisi rumah yang ditempati Yadi dan keluarganya, tetangga sekitar berinisiatif membantu memperbaikinya. Namun, karena keterbatasan dana dan tenaga, pembangunan sempat terhenti.

“Sebenarnya warga sekitar secara swadaya telah berinisiatif membantu memperbaiki rumah pa Yadi. Tapi karena keterbatasan kemampuan keuangan warga, akhirnya perbaikan dihentikan,” kata Wakil Ketua 2 Baznas KBB, H. Saiful Rachman saat dihubungi, Rabu (7/5/2025).

Informasi tentang kondisi rumah Yadi sampai ke Baznas KBB. Kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan asesmen.

“Baznas KBB berupaya tanggap melayani dan membantu masyarakat yang membutuhkan melalui program Rumah Layak Huni Baznas KBB . Kali ini, bantuan diberikan kepada Pa Yadi,” sebut H. Saiful sapaan akrabnya.

Bantuan yang diberikan Baznas KBB berupa material bangunan. Bantuan diserahkan oleh perwakilan Baznas, Ridwan dan Hilmi.

“Kami berharap, pengiriman bantuan langsung ke lokasi agar proses pembangunan rumah dapat kembali dilanjutkan dan segera ditempati oleh keluarga Yadi.

Menurutnya, bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi dan kolaborasi antara masyarakat dan Baznas KBB dapat menjadi spirit dalam menanggulangi persoalan sosial dan ekonomi di tengah-tengah masyarakat secara bersama.

“Kami mengajak seluruh masyarakat di KBB khususnya, dan umumnya masyarakat luas untuk terus mendukung program-program kemanusiaan melalui zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas. Demi kebermanfaatan mewujudkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan,” tuturnya.*

Baznas KBB memberikan bantuan material untuk melanjutkan perbaikan rumah Yadi yang sebelumnya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.  Yadi kini bisa tinggal di rumah yang lebih layak.(Dok. Baznas KBB).**

Pos terkait