Biaya Terapi Capai Rp480 Juta per Bulan, Baznas KBB Bantu Pendidikan Bocah Pengidap Penyakit Langka

Penyaluran bantuan kepada  Abian Ramadhan, siswa kelas VI SD yang tengah berjuang melawan penyakit langka Mucopolysaccharidosis (MPS) Tipe IVA pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua II Baznas KBB H. Saiful Rachman, M.Ag.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada seorang pelajar sekolah dasar penyandang penyakit langka melalui program beasiswa pendidikan bagi mustahik.

Penyaluran bantuan dilakukan di kediaman penerima manfaat, Kampung Cipeteuy RT 01/ RW 05, Desa Mekarjaya Kecamatan Cikalongwetan, KBB, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua II Baznas KBB H. Saiful Rachman, M.Ag., bersama jajaran amil, mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Kampus PENUS, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat kecamatan dan desa, serta perangkat lingkungan setempat.

Penerima bantuan adalah Abian Ramadhan, siswa kelas VI SD yang tengah berjuang melawan penyakit langka Mucopolysaccharidosis (MPS) Tipe IVA. Bantuan berupa tabungan beasiswa pendidikan itu diberikan agar Abian tetap dapat melanjutkan sekolah di tengah kondisi kesehatannya.

Program tersebut merupakan bagian dari pendistribusian zakat Baznas KBB di bidang pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dakwah dan advokasi, serta ekonomi sesuai amanat Peraturan Baznas RI Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pendistribusian dan Pendayagunaan.

Abian merupakan anak pertama di keluarganya yang didiagnosis mengidap MPS Tipe IVA, penyakit genetik langka yang jumlah penderitanya di Indonesia sangat sedikit. Meski harus menjalani pengobatan secara intensif, semangatnya untuk belajar dan meraih cita-cita tetap tinggi.

Ibunda Abian mengungkapkan, putranya harus menjalani terapi rutin sepanjang hidup untuk mempertahankan kondisi kesehatannya. Biaya terapi tersebut mencapai sekitar Rp120 juta setiap pekan atau sekitar Rp480 juta setiap bulan, dan seluruh biaya itu belum ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Di sisi lain, ayah Abian bekerja sebagai buruh pabrik sandal dengan penghasilan yang terbatas, sehingga keluarga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan biaya pengobatan.

“Harapan kami hanya ada jalan agar Abian bisa terus menjalani terapi dan memperoleh kesempatan untuk sembuh,” ujar ibu Abian.

Sebelumnya, Baznas Provinsi Jawa Barat bersama Baznas Kabupaten Bandung Barat juga telah memberikan bantuan untuk menunjang kebutuhan pengobatan Abian. Kali ini, Baznas KBB melanjutkan dukungan tersebut melalui pemberian tabungan beasiswa pendidikan.

Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Bandung Barat, H. Saiful Rachman, mengatakan pihaknya turut prihatin atas kondisi yang dialami Abian. Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi Abian dan keluarganya untuk tetap kuat menjalani proses pengobatan sekaligus mempertahankan pendidikannya.

Menurut Saiful, bantuan pendidikan merupakan wujud komitmen Baznas KBB dalam memastikan anak-anak dari keluarga mustahik tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.

“Pendidikan merupakan fondasi penting bagi masa depan anak. Karena itu, kami ingin memastikan keterbatasan ekonomi maupun kondisi kesehatan tidak menghalangi mereka untuk terus belajar,” kata Saiful.

Ia menambahkan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus menghadirkan harapan bagi Abian agar tetap semangat mengejar cita-citanya meski harus berjuang melawan penyakit langka yang dideritanya.

“Semoga kepedulian ini menjadi penyemangat bagi Abian dan keluarganya. Baznas KBB akan terus berupaya hadir membantu masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program kemaslahatan,” tutupnya.*

Pos terkait