SATUMEDIA.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI terus memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha mikro. Salah satunya diwujudkan melalui Program Scale-Up UMKM yang memberikan bantuan peralatan usaha kepada pelaku usaha binaan Baznas Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat daya saing usaha mikro agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan mandiri.
Pada tahap ini, bantuan diberikan kepada dua pelaku UMKM binaan. Penerima pertama adalah Marfuah, pengelola usaha Jahe Instan Bustanul Arifin (JIBA), yang memperoleh bantuan peralatan usaha senilai Rp17 juta, Jumat (5/6/2026).
Sementara itu, Siti Sopianti Zaenudin, pelaku usaha Kopi Mangandrew, menerima bantuan sebesar Rp20 juta untuk mendukung pengembangan usahanya.
Sebagai bagian dari pelaksanaan program, Wakil Ketua II Baznas KBB Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saiful Rachman, melakukan monitoring langsung kepada para penerima manfaat. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas usaha.
Menurut Saiful, Program Scale-Up UMKM merupakan salah satu strategi pemberdayaan ekonomi yang dijalankan Baznas untuk mendorong transformasi mustahik menjadi pelaku usaha yang mandiri dan memiliki daya saing.
“Melalui dukungan berupa bantuan peralatan, pendampingan usaha, serta akses pengembangan bisnis yang berkelanjutan, kami berharap para pelaku UMKM binaan mampu meningkatkan skala usahanya dan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari meningkatnya omzet usaha, tetapi juga dari kemampuan penerima manfaat untuk keluar dari ketergantungan bantuan dan mencapai kemandirian ekonomi.
Baznas KBB juga menyampaikan apresiasi kepada Baznas RI atas dukungan yang diberikan dalam penguatan sektor ekonomi umat. Sinergi tersebut diharapkan dapat terus diperluas sehingga semakin banyak pelaku UMKM binaan yang memperoleh kesempatan untuk berkembang dan naik kelas.
“Harapannya, para mustahik yang saat ini menerima manfaat dapat bertransformasi menjadi pelaku usaha yang mapan, bahkan kelak menjadi muzaki yang turut berkontribusi membantu masyarakat lainnya,” kata Saiful.*





