Akram Afif dan Mimpi Besar Qatar di Piala Dunia 2026

Skuad Timnas Qatar di Piala Dunia 2026.(instagram @qfa).**

SATUMEDIA.ID – Empat tahun setelah menjadi tuan rumah Piala Dunia, Qatar kembali hadir di panggung terbesar sepak bola dunia. Namun kali ini, mereka datang dengan status yang berbeda: bukan sebagai peserta otomatis, melainkan tim yang berhasil merebut tiket melalui perjuangan panjang di jalur kualifikasi.

Qatar akan memulai petualangannya di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Swiss pada laga perdana Grup B yang berlangsung Minggu (14/6/2026) pukul 02.00 WIB. Selain Swiss, mereka juga harus bersaing dengan tuan rumah Kanada dan Bosnia & Herzegovina dalam perebutan tiket ke fase gugur.

Keberhasilan lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi pencapaian tersendiri bagi Al Annabi. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka berhasil mengamankan tempat di putaran final melalui jalur kualifikasi Zona Asia setelah melewati empat ronde yang penuh tantangan. Sebuah bukti bahwa perkembangan sepak bola Qatar tidak berhenti setelah sukses menjadi tuan rumah pada 2022.

Datang sebagai juara bertahan Piala Asia, Qatar tetap mengandalkan fondasi skuad yang sebagian besar bermain di kompetisi domestik. Meski tidak dihuni banyak pemain dari liga-liga elite Eropa, tim ini memiliki kekompakan dan chemistry yang telah terbangun selama bertahun-tahun.

Sorotan utama tentu tertuju kepada Akram Afif. Bintang Al Sadd tersebut kembali menjadi tumpuan harapan publik Qatar setelah tampil luar biasa saat membawa negaranya menjuarai Piala Asia. Dengan kreativitas, kecepatan, dan kemampuan menciptakan peluang, Afif diprediksi menjadi senjata utama Qatar untuk membongkar pertahanan lawan.

Di bawah arahan pelatih berpengalaman Julian Lopetegui, Qatar berusaha mengembangkan permainan yang lebih agresif. Mereka mengandalkan kecepatan di sektor sayap, pergerakan tanpa bola yang dinamis, serta variasi umpan panjang dan pergantian sisi permainan (switch play) yang mampu mengubah arah serangan dalam sekejap. Gaya bermain seperti ini berpotensi merepotkan lawan yang lengah meski secara kualitas individu Qatar masih berada di bawah para pesaingnya.

Di atas kertas, Qatar memang bukan favorit untuk lolos dari Grup B. Pengalaman dan kualitas skuad Swiss, Kanada, maupun Bosnia & Herzegovina membuat banyak pihak meragukan peluang mereka. Namun sepak bola selalu menyimpan ruang bagi kejutan, dan Qatar sudah beberapa kali membuktikan bahwa mereka mampu melampaui ekspektasi.

Misi utama Al Annabi di Piala Dunia 2026 sangat jelas: meraih kemenangan pertama dalam sejarah Piala Dunia sekaligus menjaga asa lolos ke babak gugur. Target itu memang terdengar ambisius, tetapi jika Akram Afif dan kolega mampu mengulang performa terbaik mereka seperti saat menjuarai Asia, bukan tidak mungkin Qatar kembali menjadi salah satu cerita kejutan yang mencuri perhatian dunia.

Akankah Qatar menulis sejarah baru di Piala Dunia 2026, atau justru kembali kesulitan menghadapi ketatnya persaingan level tertinggi? Jawabannya akan mulai terlihat saat mereka menantang Swiss di laga pembuka.*

Pos terkait