SATUMEDIA.ID – Sejumlah sekolah di Kota Cimahi berada di gang-gang sempit sehingga menjadi tantangan tersendiri saat pendistribusian program makanan bergizi gratis (MBG).
“Tak dipungkiri kondisi akses menuju sekolah yang berada di gang-gang sempit menjadi tantangan tersendiri.Salah satunya di Cimahi Selatan, masih menjadi pekerjaan rumah. Untuk itu, pemerintah sedang menyiapkan dapur sehat dan solusi mobilisasi yang lebih baik,” kata Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, beberapa hari lalu.
Ia menegaskan, pemerintah harus memastikan makanan sampai ke tangan siswa dengan baik. Sehingga kejadian keracunan seperti di sejumlah daerah tidak terjadi di Cimahi.
“Mudah-mudahan dalam 2-3 tahun ke depan, program MBG bisa menjangkau seluruh siswa di Cimahi. Harapannya,
semoga infrastruktur untuk MBG di Kota Cimahi segera terpenuhi. Bagaimana pun juga program ini adalah langkah strategis untuk masa depan anak-anak kita,” tuturnya.
Ia menambahkan, Pemkot Cimahi menargetkan program MBG bisa menyasar 3.050 siswa di tiga sekolah, yakni SMPN 2 Cimahi, SMPN 3 Cimahi dan SMP Kartika.
“Dapur pusat program MBG berlokasi di Kodim 0609/Cimahi, dengan pengawasan ketat untuk menjamin kualitas makanan,” kata Adhitia.
Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) juga turut memantau proses pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga distribusi untuk mencegah risiko keracunan makanan atau makanan basi.
“Kami menjamin keamanan makanan agar tidak membahayakan siswa. Pengawasan juga melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Sosial sebagai bagian dari kerja sama dengan pemerintah pusat,” tukasnya.*





