Persib Kehilangan Pelatih Penjaga Gawang

Luizinho Passos mantan pelatih penjaga gawang Persib.(Dok.PT LIB).**

SATUMEDIA.ID – Persib Bandung tidak hanya kehilangan kiper utamanya, Kevin Ray Mendoza tapi juga pelatih penjaga gawangnya, Luizinho Passos.

Pelatih penjaga gawang asal Brasil ini dipastikan tak akan lagi menjadi bagian Persib untuk Liga Indonesia 2025/2026. Diketahui, Passos lima musim atau sejak 2020 menjadi pelatih penjaga gawang.

Asisten pelatih penjaga gawang Persib, I Made Wirawan merasa kehilangan akan kepergian Passos.

Bagi Made, Passos sudah menjadi figur teladan. Mengenalnya sejak Made masih menjadi pemain (2020), hingga gantung sepatu (2023) dan memutuskan menjadi asisten mulai musim 2023/24.

“Ya, yang pasti sedih ya, ada beberapa pemain yang keluar, termasuk juga pelatih, Passos khususnya. Saya sudah lama sama dia, mulai dari saya kiper, terus saya diberi kepercayaan untuk bantu dia, jadi asisten dia, dan sekarang dia pergi ya, pasti sedih ya,” ungkap Made dikutip dari laman PT LBI, Selasa (3/6/2025).

Tanpa Passos Persib Bandung belum menunjuk siapa pelatih kipernya musim depan. Kehidupan harus terus berjalan, Made akan melihat juga bagaimana nasibnya apakah menjadi pelatih kiper seutuhnya, atau ada pelatih lain yang akan masuk.

“Musim depan kita lihat seperti apa, kalau memang ada pilihan yang lain ya, pasti kita tetap harus berjalan. Jadi saat satu orang, entah itu pemain, entah itu pelatih keluar, semua harus tetap berjalan, kita harus tetap belajar juga untuk ke depannya,” paparnya.

Andai manajemen Persib memutuskan legendanya I Made Wirawan jadi pelatih kiper utama, Bli—sapaan akrabnya—mengaku siap. “Ya pastinya harus siap ya, apa yang namanya sepak bola kita harus siap dengan tantangan baru,” sebutnya.

Sosok yang pernah membawa Persib juara 2014 saat masih jadi pemain ini, turut mendoakan yang terbaik untuk Passos. Tantangan baru dengan klub barunya kelak akan menanti, ia yakin Passos akan memunculkan kiper-kiper andal baru di Liga Indonesia musim depan

“Tapi kita tetap berharap, mudah-mudahan dengan tantangan baru dia, dia bisa tetap sukses dan juga bisa menciptakan lagi kiper-kiper hebat yang lain,” kata Made.

Sebelumnya, Kevin Ray Mendoza memutuskan untuk meninggalkan Persib Bandung usai membawa juara back to back di BRI Liga 1 2024/25. Kebersamaan Mendoza hanya berlangsung satu setengah tahun sejak didatangkan pelatih Bojan Hodak pada pertengahan musim lalu (2023/24).

Tanda tanya besar, mengapa Persib Bandung tak mempertahankan penjaga gawang Timnas Filipina tersebut. Padahal selama 1,5 tahun berseragam Pangeran Biru —-julukan Persib telah mempersembahkan dua trofi juara kasta tertinggi liga Indonesia bagi publik Bandung.

Selama berseragam Persib ia total sudah tampil dalam 41 pertandingan dengan catatan cleansheet 16 kali.

Mendoza mengaku jika meninggalkan Persib merupakan keputusan yang emosional. Meski satu setengah musim, klub Persib dan Kota Bandung sudah memberikan banyak hal, kenangan, pengalaman, dan kecintaan dari Bobotoh.

“Ini sangat emosional karena klub ini memberikan begitu banyak hal bagi saya. Meskipun saya berada di sini hanya 1,5 tahun tapi ada banyak kenangan yang indah dan saya bersyukur merasakan pengalaman ini,” kesan Mendoza dilansir dari laman PT Liga Indonesia Baru, Kamis (29/5/2025).

Ia mengungkapkan alasan memutuskan hengkang dari klub Maung Bandung. Adalah karena sudah tak mendapatkan lagi tawaran kontrak baru yang manajemen komunikasikan.

“Saya tidak mendapatkan kontrak baru dari Persib, tidak ada penawaran,” ungkapnya.*

Pos terkait