SATUMEDIA.ID – Euforia Bobotoh berlebihan merayakan tim kesayangannya, Persib Bandung tampil sebagai juara Liga 1 2024/2025, back to back berbuntut pada sanksi yang dijatuhkan Komite Disiplin PSSI.
Diketahui, Persib Bandung menyempurnakan gelar juara Liga 1 2024/2025 dengan kemenangan 3-2 atas Persis Solo pada laga pamungkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Sabtu (24/5/2025).
Pada pertandingan tersebut, tiga gol Persib dibuat Gustavo Franca 45+4, Tyronne del Pino (58) dan David Da Silva (79). Gol Persis Solo dibuat Lautaro Belleggia melalui titik penalti (89) dan Sho Yamamoto (90+4).
Namun kemenangan Pangeran Biru julukan Persib ternoda ulah oknum Bobotoh yang meledakan petasan dan menyalakan flare saat laga berlangsung.
Berdasarkan hasil sidang Komite Disiplin PSSI, tanggal 28 Mei 2025, laga terakhir Persib dijatuhi hukuman denda Rp200 juta.
Komite Disiplin PSSI menyebut jenis pelanggaran terjadi penyalaan flare, smoke bomb dan petasan dalam jumlah banyak yang dilakukan oleh penonton Persib Bandung sehingga menyebabkan pertandingan sempat dihentikan sementara.
Ulah Bobotoh itu disayangkan pelatih Persib, Bojan Hodak. Ia mengaku tak senang dengan adanya kejadian tersebut. Sebab, menurutnya hal itu membuat konsentrasi para pemain yang berada di lapangan menurun.
“Bagi para pemain, sebenarnya, atmosfer pertandingan sangat fantastis. Tapi saya tidak mengerti, beberapa orang tidak berpikir secara bijak. Mereka (Bobotoh) datang hanya untuk bersenang-senang bukan karena cinta,” kritik Hodak dikutip dari laman Persib.
“Sebab, dari adanya kejadian ini (letusan petasan dan flare). Kami akan mendapat sanksi dan biasanya, klub lah yang akan membayar denda tersebut,” tambahnya.*




