Duet Bek Tengah: Fondasi Kokoh di Balik Kesuksesan Tim

Sergio Ramos dan Pepe, begitu solid pada masanya.(instagram @sergioramos).**

SATUMEDIA.ID- Posisi bek atau pemain belakang ini merupakan benteng terakhir sebelum berhadapan dengan kiper, posisi yang sangat krusial juga karena jika mereka melakukan blunder maka kiper harus bekerja extra agar tidak kebobolan. Chemistry antar kedua bek tengah ini diperlukan untuk saling mengerti dan meminimalisir hal-hal yang menyulitkan kiper dalam menjaga gawangnya.

Setiap zamannya melahirkan beberapa duet bek tengah yang mumpuni, kita ambil contoh dari era 2000an dimana duet Paolo Maldini dan Nesta menjadi salah satu faktor penting AC Milan meraih trofi UCL pada tahun 2007. Lalu ada Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic di Manchester United yang meraih banyak trofi di masanya.

Di tahun 2010an ada duet “ganas” Pepe dan Sergio Ramos di Real Madrid yang gaya bermainnya sama-sama keras, tak jarang mereka berdua sering mendapat kartu kuning bahkan kartu merah di tiap laganya. Dari FC Barcelona juga ada Pique dan Puyol yang sama-sama memiliki kemampuan olah bola yang baik.

Dari beberapa contoh diatas, bisa disimpulkan bahwa chemistry antar kedua pemain bertahan itu sangat penting. Kalau kita melihat bagaimana Ferdinand dan Vidic bermain, mereka berdua tahu timing yang tepat untuk bergantian membantu serangan dan saling menutupi lubang yang ditinggalkannya.

Tipikal pemain yang berani melakukan tackle krusial harus dilengkapi dengan pemain yang bisa membantu penyerangan, Peran Sergio Ramos yang bisa membantu serangan dan Pepe yang menjadi “tukang bersih-bersih” dan itu menjadi salah satu alasan kenapa mereka layak disebut sebagai salah satu contoh duet bek tengah terbaik.*

Pos terkait