SATUMEDIA.ID – Hugo Ekitike menjadi sorotan publik Anfield setelah tampil impresif sejak berseragam Liverpool. Striker muda asal Prancis itu mencetak lima gol dalam sepuluh penampilan perdananya di Premier League, menunjukkan bahwa banderol £69 juta yang dikeluarkan The Reds dari Eintracht Frankfurt bukanlah keputusan keliru.
Karier Ekitike berawal dari Reims, kota kelahirannya, sebelum sempat menimba pengalaman di Denmark bersama Vejle Boldklub. Ia kemudian mencuri perhatian Paris Saint-Germain, namun masa tinggalnya di ibu kota Prancis tak berjalan mulus. Justru kepindahannya ke Frankfurt menjadi titik balik: musim lalu ia mengoleksi 15 gol dan delapan assist di Bundesliga, menarik minat klub-klub besar Eropa, termasuk Liverpool.
Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama Kelly Somers, Ekitike menceritakan sisi personal yang jarang terungkap. Ia mengaku tumbuh sebagai anak pemalu yang hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk bermain sepak bola. “Sejak kecil, bola selalu ada di hidup saya. Kami sering main di jalan bersama saudara dan sepupu. Mereka tidak terlalu jago, tapi kami semua mencintai sepak bola,” kenangnya.
Bakatnya mulai diasah sejak usia empat setengah tahun di klub lokal Cormontreuil. “Dulu tidak ada pemanasan atau latihan serius, kami hanya bermain untuk bersenang-senang,” ujarnya sambil tertawa. Ia juga menyoroti sosok pelatih pertamanya, Rodolf, yang membawanya masuk ke dunia sepak bola. “Kalau saya pulang ke sana suatu hari nanti, saya ingin menemuinya dan berterima kasih,” tambahnya.
Kini, pada usia 23 tahun, Ekitike tampil sebagai ujung tombak Liverpool setelah sebelumnya berperan sebagai winger. Ia berseloroh bahwa tubuhnya kini “terlalu panjang” untuk bermain di sayap, dan perubahan posisi itu terbukti tepat. Bersama Mohamed Salah dan kawan-kawan, Ekitike menjelma menjadi ancaman baru di lini depan The Reds musim ini.*





