SATUMEDIA.ID – Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, menilai timnya seharusnya bisa tampil lebih berani saat menghadapi Tottenham Hotspur. United sempat unggul lebih dulu lewat sundulan Bryan Mbeumo setelah menerima umpan akurat dari Amad. Namun, situasi berbalik ketika tembakan Mathys Tel mengenai Matthijs de Ligt dan berujung gol bunuh diri, disusul tandukan Richarlison yang membuat tuan rumah berbalik unggul. Gol De Ligt di penghujung laga akhirnya menyelamatkan satu poin, tetapi Amorim mengaku timnya seharusnya bisa membawa pulang kemenangan dari London.
Amorim menilai performa timnya menurun di babak kedua. Ia menyebut para pemain mulai merasa nyaman setelah unggul, sehingga intensitas pressing berkurang. Padahal, menurutnya, momentum untuk menuntaskan laga sebenarnya sudah ada. “Kami perlu sedikit lebih berani untuk menutup pertandingan,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya memanfaatkan momen ketika lawan sedang goyah dan tidak menunggu hingga akhir laga untuk memastikan hasil.
Meski kecewa dengan hasil imbang tersebut, Amorim tetap mengapresiasi respons positif timnya. Ia merasa bangga karena para pemain masih berusaha menekan meski dalam kondisi sulit. “Dengan satu pemain lebih sedikit, kami tetap berani mendorong bola ke area lawan dan berjuang hingga menit terakhir,” tuturnya. Bagi Amorim, semangat pantang menyerah itu menjadi nilai penting yang harus dijaga, sekaligus bukti bahwa Manchester United masih terus tumbuh sebagai tim yang kompetitif.*





