SATUMEDIA.ID – Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, menegaskan bahwa kontribusi pemain pengganti akan menjadi penentu jika mereka ingin bersaing merebut Piala Dunia 2026. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada diprediksi berlangsung dalam cuaca panas ekstrem, sehingga strategi rotasi pemain menjadi bagian krusial. “Kalian boleh marah pada pelatih, kalian boleh marah pada situasinya,” ujar Tuchel. “Tapi lihat negara-negara yang juara, klub-klub yang juara Liga Champions para pemain cadangannya selalu berdiri memberi dukungan. Tidak ada yang duduk sambil berpikir: ‘Harusnya aku yang main.’”
Keputusan besar kembali diambil Tuchel saat Inggris mengalahkan Serbia 2-0 di Wembley. Ia mencadangkan Jude Bellingham dan Phil Foden, namun keduanya langsung memberi dampak setelah masuk di babak kedua, termasuk terciptanya gol dari Eberechi Eze. Tuchel menilai peran seperti ini tidak bisa ditawar. “Seratus persen,” tegasnya ketika ditanya apakah Inggris membutuhkan gol dari para pemain pengganti untuk bisa menjadi juara.
Tuchel juga menjelaskan bahwa ia mungkin memanfaatkan jendela pergantian pemain saat jeda babak pertama, mengingat padatnya jadwal skuad Inggris. “Kita mungkin harus benar-benar memaksimalkan slot tambahan yang kita dapatkan di half-time,” katanya. Ia mengakui tidak pernah suka memberi kabar kepada pemain yang tidak masuk skuad. “Saya benci memberi pesan seperti itu. Saya sampai sakit perut,” ucap Tuchel. “Mereka tidak akan pernah senang duduk di bangku cadangan, tapi saya percaya mereka bisa menerima jika perannya jelas.”
Meski menjadi sorotan, Tuchel memastikan Bellingham menerima keputusan menjadi pemain cadangan dengan baik saat melawan Serbia. Gelandang Real Madrid itu kini bersaing untuk kembali tampil sejak menit awal di laga penutup kualifikasi melawan Albania.*





