SATUMEDIA.ID – Diario SPORT melaporkan bahwa Lamine Yamal kini seakan menjadi target kebencian baru di setiap stadion yang ia singgahi sebuah tren yang mulai membuat petinggi Barcelona tidak tenang.
Di Stamford Bridge, atmosfer permusuhan begitu terasa, mengulang kembali sambutan tak bersahabat yang ia terima saat melawan Club Brugge. Bahkan setelah laga, salah satu pemain Chelsea tak ragu melontarkan komentar bernada sindiran terhadap sang wonderkid.
Ketegangan itu mencapai titik didih di Bernabeu. Dalam El Clasico yang panas, keributan pecah dan dua pilar senior Real Madrid Dani Carvajal dan Thibaut Courtois tampak sengaja menekan dan memprovokasi Yamal.
Situasi ini menyalakan alarm di Camp Nou. Bagi Barcelona, Yamal bukan sekadar remaja berbakat; ia adalah ikon baru, pewaris nomor 10, dan motor utama dalam mesin komersial klub yang kini mendatangkan pundi-pundi besar.
Namun, Blaugrana ingin Yamal menapaki jalur yang dulu ditempuh Messi bukan hanya sebagai pemain ditakuti, tetapi juga sebagai sosok yang dihormati di hampir setiap stadion.
Yang mereka khawatirkan justru sebaliknya: citra “penjahat lapangan” bisa menempel pada Yamal, memicu perlakuan keras, tekanan publik, dan dampak yang tidak ideal bagi perkembangan maupun nilai jualnya.
Untuk sekarang, harapan Barcelona simpel: Yamal segera pulih dan kembali menjadi tumpuan serangan mereka dalam waktu dekat.*




