Thomas Müller Hadapi Messi Lagi, tapi Fokusnya Bukan Duel Personal

Thomas Muller, pemain Whitecaps.(instagram @esmuellert).**

SATUMEDIA.ID – Thomas Müller kembali menunjukkan pesona khasnya jelang final MLS Cup antara Vancouver Whitecaps dan Inter Miami. Alih-alih membahas rekam jejak gemilangnya menghadapi Lionel Messi dkk mulai dari kemenangan 8-2 Bayern atas Barcelona pada 2020 hingga final Piala Dunia 2014 yang menaklukkan Argentina Müller justru memilih merendah. Sang veteran 36 tahun itu lebih banyak melempar senyum dan candaan, termasuk ketika menanyakan “berapa persen peluang” timnya, yang kemudian ia tanggapi dengan tawa lega begitu mendengar jawaban bahwa peluang itu tetap ada.

Meski begitu, Müller bukan tanpa pengalaman di panggung besar. Sepanjang kariernya, ia mengoleksi segudang trofi bersama Bayern: 10 gelar besar termasuk dua Liga Champions dan dua Piala Dunia Antarklub, plus keikutsertaan dalam sejumlah duel klasik kontra Messi di Eropa. Namun ketika MLS mencoba membingkai laga ini sebagai duel personal antara dua ikon sepak bola dunia, Müller dengan cepat membantah. Baginya, pertandingan ini adalah soal bentrokan dua tim dengan gaya bermain atraktif, bukan drama individu yang terus dipaksa media.

Tetap, di balik senyumnya, Müller sadar tantangan di depan mata tidak ringan. Bermain di kandang lawan yang dalam sejarah MLS cenderung memberi keuntungan besar Whitecaps jelas bukan favorit. Namun Müller menegaskan masa lalunya tak perlu dijadikan tameng. Pengalaman adalah kenangan, bukan jaminan. Yang penting, menurutnya, adalah kesiapan menghadapi 90 menit yang menentukan. “Saya tak butuh sejarah untuk percaya diri,” ujarnya, menegaskan bahwa seluruh fokusnya kini hanya tertuju pada final hari Sabtu.*

Pos terkait