SATUMEDIA.ID – Kawasan Gunung Bohong, Cimahi, menjadi pusat perhatian pecinta aeromodeling dan kalangan militer pada Sabtu (6/12/2025). Sebanyak 32 peserta dari berbagai daerah di Indonesia unjuk kemampuan mengendalikan pesawat tanpa awak dalam kompetisi aeromodeling bertajuk peringatan HUT ke-79 Korps Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI Angkatan Darat.
Kompetisi ini bukan sekadar ajang adu keterampilan. Di balik suasana kompetitif, terdapat pesan strategis: memperkuat kesiapsiagaan nasional serta memperkenalkan peran aeromodeling dalam mendukung tugas militer modern.
Mewakili Danpussenarhanud Mayjen TNI R. Edi Setiawan, Direktur Kesenjataan (Dirsen) Pussenarhanud Brigjen TNI Elman Nawendro MSc membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan, tahun ini kompetisi diikuti peserta dari berbagai satuan militer dan komunitas aeromodeling se-Indonesia.
“Ada 32 peserta yang bersaing dalam tiga materi utama yang menantang,” ujar Brigjen Elman.
Tiga materi tersebut adalah Dropping Target, yang menguji ketepatan menjatuhkan objek di titik tertentu; Limbo, yakni menerbangkan pesawat melalui celah sempit tanpa menyentuh sisi pembatas; serta Touch and Go, ujian kemampuan mendarat dan lepas landas kembali dengan cepat dan presisi.
“Setiap materi membutuhkan ketelitian, kelincahan, dan kemampuan kontrol yang prima,” jelasnya.
Brigjen Elman menambahkan, kompetisi ini memiliki nilai strategis karena teknologi pesawat tanpa awak yang digunakan beririsan langsung dengan sasaran udara dalam latihan alutsista Arhanud. Selain itu, ajang ini menjadi sarana edukasi bagi prajurit dan generasi muda untuk mengenal lebih dekat dunia aeromodeling yang semakin relevan dengan kebutuhan pertahanan.
Ke depan, kemampuan mengoperasikan pesawat tanpa awak juga dinilai berperan penting untuk misi kemanusiaan, seperti pemantauan wilayah bencana yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Kami berharap lomba ini dapat mendorong inovasi teknologi pesawat tanpa awak serta memperkuat sinergi antara dunia hobi, olahraga, dan kebutuhan pertahanan negara,” kata Elman.
Pertama, sebut Elman, Dropping Target di mana peserta harus menurunkan benda ke titik target dengan akurat. Kedua, Limbo – tantangan untuk menerbangkan pesawat melalui celah sempit tanpa menyentuh pinggiran. Ketiga, Touch and Go, yakni uji kecepatan dan ketepatan mendarat lalu lepas landas kembali dalam waktu singkat.
“Setiap materi membutuhkan ketelitian, ketangkasan, serta kemampuan pengendalian pesawat tanpa awak yang prima,” jelasnya.
Menurutnya, yang membuat lomba ini berbeda bukan cuma soal kompetisinya, namun juga nilai strategis yang tersembunyi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT Arhanud sekaligus sarana memperkenalkan potensi besar aeromodeling dalam mendukung tugas militer dan manfaat praktis di masyarakat.
“Teknologi pesawat tanpa awak yang digunakan di sini sama dengan yang menjadi sasaran udara dalam latihan penembakan alutsista Arhanud selama ini,” tuturnya.
Selain sebagai ajang latihan militer yang menyenangkan, terang Elman, lomba ini juga bertujuan meningkatkan wawasan dan minat generasi muda serta prajurit terhadap dunia aeromodeling yang terkait erat dengan kemampuan teknis.
Bahkan, ke depan kemampuan mengoperasikan aeromodeling memiliki nilai penting untuk kepentingan surveillance wilayah bencana alam yang sulit dijangkau melalui jalur darat, menjadikannya manfaat yang melampaui cakupan pertahanan.
“Kami berharap melalui lomba ini dapat mendorong inovasi dan pengembangan teknologi pesawat tanpa awak, serta memperkuat sinergi antara dunia hobi, olahraga, dan kebutuhan pertahanan negara,” tandasnya.*


