SATUMEDIA.ID – Pada 9 Januari 2009, Cristiano Ronaldo yang saat itu baru berusia 23 tahun mengalami kecelakaan mobil yang bisa saja berakhir fatal. Ferrari 599 GTB Fiorano miliknya hilang kendali di dekat Bandara Manchester dan ringsek parah. Namun dalam momen yang hampir tak masuk akal, hanya beberapa menit setelah insiden itu, Ronaldo sudah muncul di Carrington untuk ikut latihan meski wajahnya terlihat terluka.
Terlepas dari kejadian yang mengerikan tersebut, Ronaldo tetap menjalani musim itu dengan level performa yang luar biasa. Ia menutup kampanye 2008/09 dengan 26 gol di semua ajang, mengantar Manchester United ke final Liga Champions, meraih sejumlah trofi domestik, dan menempatkan dirinya sebagai runner-up Ballon d’Or.
Cerita ini semakin menegaskan stereotip klasik tentang pria yang dianggap tetap “jalan terus” selama tidak demam. Tanpa berniat membuktikan apa pun, respons Ronaldo usai kecelakaan itu justru memperlihatkan betapa kuatnya hasrat dan mentalitasnya untuk tetap melangkah, apa pun rintangannya.*




