SATUMEDIA.ID – Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, menegaskan bahwa pemilihan skuad untuk Piala Dunia tidak hanya ditentukan oleh kualitas teknis semata. Menurutnya, aspek kepribadian dan kemampuan bersosialisasi di dalam tim akan menjadi faktor krusial. Tuchel hanya memiliki dua laga uji coba pada Maret melawan Uruguay dan Jepang sebelum menetapkan daftar pemain untuk turnamen, di mana Inggris akan bersaing dengan Kroasia, Ghana, dan Panama di fase grup.
Sejak mengambil alih kursi pelatih dari Gareth Southgate, Tuchel menunjukkan pendekatan tegas dengan tidak segan mencoret nama besar seperti Jude Bellingham dan Phil Foden. Sebaliknya, ia justru memanggil kembali gelandang berpengalaman Jordan Henderson. Tuchel menilai keseimbangan tim jauh lebih penting dibanding sekadar mengumpulkan pemain terbaik di atas kertas.
Tuchel menjelaskan bahwa pengalamannya berbicara dengan pemain-pemain yang pernah tampil di Piala Dunia menunjukkan satu kesamaan: keberhasilan lahir dari keharmonisan tim. Ia menekankan pentingnya komunikasi, pemahaman peran, serta rasa kebersamaan yang kuat, di mana setiap pemain merasa nyaman berada di dalam skuad, apa pun perannya, bahkan jika harus menjadi pelapis.
Lebih lanjut, Tuchel menilai Piala Dunia akan menjadi ujian berat secara fisik dan mental, mengingat banyak pemain datang setelah menjalani musim panjang bersama klub. Karena itu, kemampuan bekerja sama, saling mendukung, dan menjaga suasana tim akan menjadi kunci. Ia berharap skuad Inggris mampu melihat turnamen ini bukan sebagai beban, melainkan sebagai mimpi besar dan kesempatan emas untuk mencatatkan prestasi tertinggi di panggung dunia.*





