SATUMEDIA.ID – Laga Persib Bandung kontra Persis Solo pada pekan ke-19 Super League 2025/26, Sabtu (31/1/2026), meninggalkan kesan mendalam bagi gelandang Maung Bandung, Thom Haye. Pertandingan di Stadion Manahan itu menjadi momen emosional karena Solo memiliki ikatan sejarah dengan keluarganya.
Solo diketahui sebagai kota kelahiran kakek Thom Haye, sekitar 100 tahun lalu. Fakta tersebut membuat pertandingan melawan Persis Solo terasa berbeda bagi pemain bernomor punggung 33 tersebut.
Haye mengakui, sejak beberapa hari sebelum laga digelar, perasaannya sudah diliputi emosi. Bermain di kota yang menjadi bagian dari perjalanan keluarga besarnya menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
“Beberapa hari terakhir ini terasa cukup emosional. Jika dipikirkan, sekitar 100 tahun yang lalu kakek saya lahir di sini,” kata Haye dikutip dari laman Persib, Minggu (1/2/2026).
Momen tersebut semakin spesial karena Persib berhasil membawa pulang kemenangan. Haye menyebut hasil positif itu menjadi pelengkap dari hari yang istimewa, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarga besarnya di Belanda.
“Saya sudah menantikan pertandingan ini sejak jadwal dirilis. Hari ini sangat spesial bagi keluarga saya, dan saya senang kami bisa meraih kemenangan,” ujarnya.
Meski memiliki ikatan emosional dengan Solo, Haye belum memiliki kesempatan untuk menjelajahi kota tersebut. Padatnya agenda pertandingan membuat aktivitas pemain terbatas.
“Kami harus lebih banyak berada di hotel, jadi sulit untuk berkeliling. Saya sempat menikmati suasana sedikit, tetapi saya ingin kembali lagi ke sini dengan waktu yang lebih longgar,” ucapnya.
Bagi Thom Haye, pertandingan melawan Persis Solo bukan sekadar duel kompetisi, melainkan juga perjalanan batin menelusuri jejak sejarah keluarganya.*





