Diserang Cepat Persib, Van Gastel Akui PSIM Kesulitan

PSIM belum menang dalam delapan laga terakhir setelah takluk 0-1 dari Persib Bandung.(doc Ileague).**

SATUMEDIA.ID – PSIM Yogyakarta harus kembali menelan hasil negatif saat menghadapi Persib Bandung pada pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Senin (4/5), Laskar Mataram takluk dengan skor 0-1 setelah kebobolan cepat di awal laga.

Gol semata wayang Persib lahir saat pertandingan baru memasuki menit kedua melalui sundulan Patricio Matricardi, memanfaatkan situasi bola mati dari eksekusi tendangan bebas Thom Haye. Gol cepat tersebut membuat PSIM berada dalam tekanan sejak awal dan kesulitan mengembangkan permainan untuk mengejar ketertinggalan.

Kekalahan ini memperpanjang tren negatif PSIM dalam beberapa pertandingan terakhir. Tim asuhan Jean Paul Van Gastel tercatat hanya sekali meraih hasil imbang dan menelan lima kekalahan dalam enam laga terakhir. Secara keseluruhan, mereka juga belum meraih kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir, yang berdampak pada posisi tim yang tertahan di papan tengah klasemen dengan 39 poin.

“Kita memulai laga ini dengan kebobolan dari set piece. Ini yang membuat pertandingan kita berat. Akibatnya, ini membuat Persib lebih enjoy main dan menunggu kesalahan kita untuk melakukan serangan balik cepat,” kata pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel.

Meski tertinggal, PSIM mencoba bangkit di babak kedua dengan permainan yang lebih sederhana dan berani mengambil risiko untuk mengejar gol penyeimbang. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga peluit akhir dibunyikan, meskipun beberapa peluang sempat tercipta.

“Babak kedua kita coba menyamakan kedudukan, kita ambil resiko yang menghadirkan beberapa peluang untuk Persib. Tapi hingga laga usai, hanya satu gol saja yang tercipta,” ucap Van Gastel menambahkan.

Van Gastel juga mengakui kualitas Persib yang tampil solid, terlebih dengan motivasi tinggi jelang laga besar berikutnya. “Berikutnya mereka akan bertanding melawan Persija. Pasti akan berlangsung sangat ketat,” dia menegaskan.*

Pos terkait