SATUMEDIA.ID – Laga panas antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 dipastikan tak digelar di Jakarta. Duel bertajuk El Clasico Indonesia itu resmi dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026) pukul 15.30 WIB.
Keputusan tersebut diambil setelah Persija tidak mendapatkan rekomendasi keamanan dari pihak kepolisian untuk menggelar pertandingan di ibu kota. Dari sudut pandang aparat keamanan, bulan Mei dinilai menjadi periode yang padat agenda di Jakarta, mulai dari berbagai kegiatan hingga aksi massa, sehingga laga dinilai lebih aman jika dipindahkan ke luar kota.
Penunjukan Stadion Segiri sebagai venue alternatif merupakan hasil koordinasi antara Persija, operator kompetisi I.League, kepolisian, serta pihak terkait lainnya. Stadion tersebut dinilai memenuhi aspek keamanan, kenyamanan, hingga kesiapan teknis pertandingan, termasuk tetap memungkinkan kehadiran penonton.
Meski begitu, keputusan ini menyisakan kekecewaan bagi kubu Macan Kemayoran. Ketua Panitia Pelaksana Persija, Ferry Indrasjarief, menegaskan pihaknya sebenarnya sudah mempersiapkan laga kandang secara maksimal, terutama dari sisi keselamatan dan keamanan.
“Padahal kami sudah berupaya, bekerja sama dengan Jakmania untuk menunjukkan perilaku suporter kami sudah bagus. Selama musim ini tidak ada kejadian berarti yang membuat PSSI ataupun I.League khawatir,” ujar Ferry dikutip dari laman Persija, Kamis (7/5/2026).
Menurut dia, pemindahan venue menjadi kerugian besar bagi Persija, bukan hanya secara finansial, tetapi juga bagi para pendukung setia mereka.
“Yang paling penting adalah kerugian untuk suporter kami. Pelatih Mauricio Souza juga kecewa karena tidak bisa bermain di rumah sendiri dan di depan pendukung sendiri. Tapi mau bagaimana lagi kalau pihak keamanan memang tidak memberikan izin,” katanya.
Meski harus bermain jauh dari Jakarta, Persija tetap optimistis dukungan Jakmania akan terasa di Samarinda. Klub juga mengimbau seluruh suporter untuk menjaga ketertiban dan menjunjung tinggi sportivitas sebelum, saat, hingga setelah pertandingan berlangsung.
Kubu Persib
Di sisi lain, Persib Bandung menyatakan menghormati keputusan operator kompetisi terkait perubahan venue laga tersebut. Keputusan itu tertuang dalam Circular #55 tentang Penyesuaian Venue Kompetisi BRI Super League 2025/26 yang diterbitkan I.League pada 6 Mei 2026.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan Persib tidak pernah melakukan intervensi terhadap keputusan operator liga.
“Persib menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh I.League terkait penyesuaian venue pertandingan. Kami memahami keputusan tersebut diambil melalui koordinasi bersama berbagai pihak dan mempertimbangkan kepentingan kompetisi secara menyeluruh,” ujar Adhitia dalam keterangan resmi di laman Persib.
Ia memastikan Maung Bandung siap bertanding di stadion mana pun dan tetap fokus menjaga performa tim demi tampil maksimal dalam laga sarat gengsi tersebut.
“Kami ingin memastikan seluruh persiapan tim berjalan dengan baik agar Persib dapat tampil optimal dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” katanya.
Adhitia juga mengajak bobotoh untuk terus memberikan dukungan positif dan menjaga suasana sepak bola yang kondusif. Menurutnya, rivalitas Persija dan Persib seharusnya menjadi bagian dari dinamika kompetisi yang sehat, bukan pemicu konflik.
“Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga semangat sportivitas, rasa saling menghormati, dan menjadikan sepak bola sebagai ruang pemersatu,” tutupnya.*





