SATUMEDIA.ID – Bek Persija Jakarta, Paulo Ricardo, mengungkapkan rasa kecewanya setelah laga menghadapi Persib Bandung dipindahkan dari Jakarta ke Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026). Meski demikian, perubahan lokasi pertandingan dipastikan tidak mengurangi ambisi Macan Kemayoran untuk meraih kemenangan dalam duel sarat gengsi tersebut.
Pemain asal Brasil itu menilai Jakarta memiliki arti penting bagi Persija. Selain sudah terbiasa dengan atmosfer stadion, dukungan langsung dari Jakmania juga selalu menjadi suntikan motivasi bagi tim saat bermain di kandang sendiri. Paulo menyebut Persija selama ini tampil cukup baik setiap bermain di ibu kota.
“Tentu saja kecewa. Jakarta adalah rumah kami. Seingat saya, pada pertandingan-pertandingan terakhir di Jakarta, kami bermain sangat baik. Kami mengenal lapangannya, kami mengenal para penggemar di sana, dan kami menyukai stadionnya.
Namun, kini tidak peduli di mana pun kami bermain, kami akan bermain untuk menang. Itulah yang kami lakukan dan saya percaya itulah yang harus kami lakukan,” kata Paulo.
Walaupun kehilangan keuntungan tampil di kandang, Paulo menegaskan Persija tidak ingin terlalu memikirkan situasi tersebut. Fokus tim saat ini adalah tetap menjaga performa dan memainkan gaya permainan yang selama ini menjadi identitas Macan Kemayoran sepanjang musim kompetisi berjalan.
Menurut bek berusia 31 tahun tersebut, laga Persija kontra Persib memang selalu menghadirkan atmosfer berbeda dibanding pertandingan lainnya. Besarnya rivalitas kedua tim serta dukungan fanatik suporter membuat pertandingan ini menjadi perhatian publik sepak bola nasional.
“Saya tahu ini pertandingan penting. Saya tahu kedua tim sangat besar dan memiliki basis penggemar yang masif. Tapi ini tetaplah sebuah pertandingan. Pertandingan yang penting, namun tetap sebuah permainan.
Kami harus tetap bermain dengan cara kami sendiri. Tidak peduli meskipun ini jenis pertandingan yang berbeda, yang melibatkan banyak hal, disaksikan seluruh negeri, kami tetap harus memberikan yang terbaik,” tutur bek berusia 31 tahun itu.*





