SATUMEDIA.ID – Kekalahan dari rival abadi, Persib Bandung, menjadi akhir dari ambisi Persija Jakarta untuk merebut gelar Super League 2025/2026. Hasil pahit itu membuat langkah Macan Kemayoran dipastikan terhenti di papan atas tanpa peluang menjadi juara.
Bermain di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026), Persija harus mengakui keunggulan Persib dengan skor 1-2 dalam duel panas yang berlangsung ketat hingga menit akhir. Kekalahan tersebut membuat Persija tertahan di posisi ketiga klasemen sementara dengan 65 poin.
Dengan kompetisi hanya menyisakan dua pertandingan, perolehan poin Persija sudah tidak mungkin lagi mengejar Persib yang kokoh di puncak dengan 75 poin. Bahkan, posisi runner-up yang ditempati Borneo FC dengan 72 poin juga tak lagi terjangkau.
Persija sejatinya masih memiliki dua laga tersisa, yakni bertandang ke markas Persik Kediri pada 16 Mei 2026 dan menjamu Semen Padang FC pada 23 Mei 2026. Namun, kemenangan dalam dua laga tersebut hanya akan mengantar Macan Kemayoran finis di peringkat ketiga klasemen akhir. Poin maksimal Macan Kemayoran hanya 71.
Dalam pertandingan kontra Persib, Persija sebenarnya tampil menjanjikan sejak awal laga. Tim asuhan Mauricio Souza mampu membuka keunggulan lebih dahulu lewat gol Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-20. Berawal dari umpan Fabio Calonego di dalam kotak penalti, Ajaraie dengan tenang mengecoh pemain belakang Persib sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang gagal diantisipasi kiper lawan.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Persib bangkit dan membalikkan keadaan lewat dua gol Adam Alis masing-masing pada menit ke-27 dan ke-38.
Memasuki babak kedua, Persija tampil agresif dan terus menekan lini pertahanan Maung Bandung. Sejumlah peluang tercipta, tetapi tak satu pun mampu dikonversi menjadi gol. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Persib tetap bertahan.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengaku kecewa dengan hasil akhir pertandingan. Meski demikian, ia tetap menilai anak asuhnya tampil lebih dominan sepanjang laga.
“Saya rasa kami jauh, sangat jauh lebih unggul dibandingkan lawan. Saya tidak hanya akan menganalisis hasil pertandingannya, tetapi bagaimana jalannya pertandingan. Tim kami sudah mengincar kemenangan sejak menit pertama,” ujar Mauricio dikutip dari laman Persija, Senin (11/5/2026).
Mauricio menilai statistik pertandingan menunjukkan Persija tampil lebih baik, meski akhirnya gagal membawa pulang kemenangan.
“Tentu saja memiliki statistik yang lebih baik tidak berarti apa-apa jika kami tidak memenangkan pertandingan,” katanya.
Ia juga menyesalkan kesalahan-kesalahan yang masih dilakukan timnya dalam momen krusial hingga berujung fatal.
“Kami sudah melakukan cukup banyak hal untuk memenangkan pertandingan. Sekali lagi kami melakukan kesalahan di saat yang tidak seharusnya. Tetapi saya tidak akan mengatakan tim kami bermain buruk,” tutur Mauricio.*





