SATUMEDIA.ID – Gelandang senior Persib Bandung, Dedi Kusnandar, mengaku sangat bersyukur dapat menjadi bagian dari era kejayaan baru Maung Bandung dalam beberapa musim terakhir. Pemain yang akrab disapa Dado itu menyebut keberhasilan meraih tiga gelar liga secara beruntun pada musim 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026 sebagai sesuatu yang dulu sulit ia bayangkan bisa terjadi dalam perjalanan kariernya.
Sejak bergabung dengan Persib pada 2015, Dado harus menjalani berbagai fase penuh tantangan. Ia datang setelah tim meraih gelar Liga Super Indonesia 2014 sehingga tidak merasakan momen juara tersebut. Gelar pertamanya bersama Persib baru diraih pada ajang Piala Presiden 2015. Dari sana, perjalanan panjangnya bersama klub terus diwarnai pasang surut sebelum akhirnya menjadi bagian penting dalam periode emas Pangeran Biru saat ini.
Melihat semua pencapaian yang berhasil diraih bersama tim kebanggaannya, Dado tidak mampu menyembunyikan rasa harunya. “Pasti perasaannya ya terharu dan enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” kata Dado dengan mata berkaca-kaca.
Pemain bernomor punggung 11 itu juga mengungkapkan bahwa kariernya tidak selalu berjalan mulus. Ia pernah kehilangan tempat di tim utama, mengalami cedera berat, hingga menerima banyak kritik dari berbagai pihak. Situasi tersebut bahkan sempat membuatnya berpikir untuk meninggalkan klub yang telah dibelanya selama bertahun-tahun. “Tahun-tahun sebelumnya sempat mau putus asa, apalagi dengan beberapa pihak yang meremehkan. Kepikiran aja enggak sampai (bisa sesukses ini), maksudnya sampai mau pindah klub,” ucapnya.
Meski begitu, rasa cintanya kepada Persib membuat Dado memilih bertahan dan terus berjuang untuk bangkit. Kesuksesan meraih gelar juara, termasuk melewati laga-laga emosional kontra Borneo FC, dianggapnya sebagai hasil dari kesabaran dan keteguhan hati selama menghadapi berbagai cobaan. “Buah kesabaran bertahan di Persib dan alhamdulillah akhirnya dikasih lebih. Yang tadinya cuma minta satu, malah dikasih lebih,” tambah Dado bersyukur.
Perjalanan bangkit dari cedera serius juga menjadi tantangan besar bagi Dado. Ia mengaku proses pemulihan fisik maupun mental setelah mengalami cedera bukan perkara mudah. Namun, kerja keras dan kesabaran akhirnya membawanya kembali tampil maksimal di momen-momen penting bersama Persib. “Pasti ada proses, apalagi saya kembali dari cedera. Pasti mengembalikan kembali itu tidak mudah, apalagi cedera bukan cedera ringan. Tapi melalui proses yang cukup panjang, alhamdulillah bisa dapat rezeki lagi. Tidak semua pemain bisa menghadapi hal seperti itu,” tuturnya.*





