SPMB 2026 Picu Lonjakan Aktivasi IKD di Cimahi, Disdukcapil Layani 300 Warga Per Hari

Lonjakan pemohon IKD terjadi di layanan administrasi kependudukan yang berada di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi.(Dok.Humas Pemkot Cimahi).**

SATUMEDIA.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi diserbu ratusan warga yang mengajukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) menjelang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

Lonjakan pemohon terjadi di layanan administrasi kependudukan yang berada di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi. Dalam sepekan terakhir, jumlah warga yang datang setiap hari mencapai 200 hingga 300 orang. Padahal pada hari biasa, jumlah pemohon hanya sekitar 50 orang per hari.

Membludaknya warga dipicu kebijakan baru yang mewajibkan kepemilikan IKD sebagai salah satu syarat pendaftaran sekolah negeri.

Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Cimahi, Chaeruddin Djoeharie mengatakan, peningkatan permohonan aktivasi IKD tahun ini terjadi secara drastis dan mayoritas berkaitan dengan kebutuhan SPMB.

“Biasanya sebelum SPMB itu hanya sekitar 50 orang, sekarang bisa sampai 200-300 orang per hari sejak sepekan terakhir. Hampir semuanya memang untuk keperluan SPMB,” ujar Chaeruddin, Kamis (28/5/2026).

Menurut dia, IKD berfungsi sebagai identitas resmi berbasis digital yang digunakan untuk proses verifikasi administrasi pendaftaran sekolah. Aktivasi IKD dinilai penting untuk mempercepat validasi data kependudukan, seperti Kartu Keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), sekaligus mencegah potensi pemalsuan dokumen.

Selain itu, penggunaan IKD juga mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan administrasi, termasuk pendaftaran sekolah secara daring.

Chaeruddin memastikan masyarakat yang ingin melakukan aktivasi IKD cukup datang langsung ke layanan Disdukcapil di MPP Kota Cimahi. Pelayanan dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

“Langsung saja datang ke MPP Kota Cimahi, daftar lalu dilayani. Prosesnya cepat, tidak sampai sehari, paling sekitar 30 menit sudah selesai,” katanya.

Salah seorang warga, Desi Arisanti (35), mengaku sengaja mengurus aktivasi IKD lebih awal lantaran anaknya akan mengikuti SPMB tahun ini dan berencana mendaftar ke SMKN 2 Cimahi.

“Iya ini lagi ngurus aktivasi IKD karena sekarang katanya harus aktif dulu. Jadi harus diurus dari sekarang soalnya sebentar lagi pendaftaran dibuka,” ujar Desi.

Meski antrean di MPP mengular sejak pagi hari, Desi mengapresiasi pelayanan petugas Disdukcapil Kota Cimahi yang dinilainya sigap dan cepat.

“Alhamdulillah pelayanannya cepat. Pas kebagian giliran langsung diproses aktivasi IKD, jadi langsung selesai,” pungkasnya.*

Pos terkait