SATUMEDIA.ID – Swiss datang ke Piala Dunia 2026 bukan sekadar untuk menjadi pelengkap. Setelah tiga edisi beruntun selalu menembus babak 16 besar, kini Rossocrociati mengusung ambisi yang lebih besar: menembus batas yang selama ini sulit mereka lewati.
Langkah pertama mereka akan dimulai saat menghadapi wakil Asia, Qatar, pada Minggu (14/6/2026) pukul 02.00 WIB di Levi’s Stadium. Tergabung di Grup B bersama Qatar, tuan rumah Kanada, dan Bosnia & Herzegovina, Swiss dianggap sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mengamankan tiket ke fase gugur.
Prediksi tersebut bukan tanpa alasan. Dibandingkan para pesaingnya, Swiss memiliki kedalaman skuad yang sangat merata di setiap lini. Banyak pemain mereka yang rutin tampil di kompetisi elite Eropa dan memiliki pengalaman menghadapi tekanan di level tertinggi.
Di bawah mistar, Gregor Kobel menjadi sosok yang sulit tergantikan. Kiper Borussia Dortmund itu tampil konsisten sepanjang musim dengan mencatatkan 18 clean sheet di semua kompetisi. Sementara di lini belakang, ada Manuel Akanji yang datang dengan kepercayaan diri tinggi usai membantu Inter Milan meraih gelar Serie A dan Coppa Italia.
Lini tengah masih dipimpin oleh Granit Xhaka, sosok veteran yang menjadi jantung permainan sekaligus pemimpin di ruang ganti. Sedangkan sektor serangan menawarkan banyak opsi berbahaya, mulai dari Noah Okafor, Breel Embolo, Zeki Amdouni, hingga Cedric Itten yang siap memberikan ancaman dari berbagai sisi.
Kualitas yang merata membuat pelatih Murat Yakin memiliki banyak pilihan tanpa harus mengalami penurunan kualitas saat melakukan rotasi. Situasi ini menjadi keuntungan besar dalam turnamen panjang seperti Piala Dunia, di mana konsistensi dan kedalaman skuad sering kali menjadi pembeda.
Namun, yang membuat Swiss semakin menarik adalah rekam jejak mereka di panggung dunia. Pada Piala Dunia 2014, 2018, dan 2022, mereka selalu berhasil melaju ke babak 16 besar. Kini muncul pertanyaan yang mulai ramai diperbincangkan: apakah Swiss akhirnya siap melangkah lebih jauh dan menjelma menjadi kuda hitam paling berbahaya di Piala Dunia 2026?
Dengan formasi andalan 4-2-3-1, Murat Yakin mengandalkan transisi cepat dari bertahan ke menyerang serta kontrol permainan di lini tengah. Jika strategi tersebut berjalan efektif dan para pemain bintangnya mampu tampil konsisten, bukan tidak mungkin Swiss akan menjadi salah satu tim yang membuat kejutan besar di turnamen kali ini.*





