SATUMEDIA.ID – Jepang akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi salah satu kekuatan besar Eropa, Belanda, pada laga perdana Grup F yang berlangsung Senin (15/6/2026) pukul 03.00 WIB di Stadion Dallas. Pertandingan yang digelar di hadapan lebih dari 80 ribu penonton itu berpotensi menjadi salah satu duel paling menarik pada pekan pertama turnamen.
Selain Belanda, Jepang juga harus bersaing dengan Swedia dan Tunisia dalam perebutan tiket menuju babak gugur. Meski tidak berstatus unggulan utama, Samurai Biru datang dengan kepercayaan diri tinggi dan reputasi sebagai salah satu tim yang kerap menghadirkan kejutan di panggung dunia.
Sulit dipercaya bahwa Jepang baru menjalani debut Piala Dunia mereka pada edisi 1998 di Prancis. Namun sejak saat itu, perkembangan sepak bola Negeri Sakura berlangsung sangat pesat.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan kedelapan Jepang di ajang terbesar sepak bola tersebut. Dalam kurun waktu kurang dari tiga dekade, mereka berhasil menjelma menjadi salah satu kekuatan paling konsisten di Asia.
Prestasi terbaik Jepang sejauh ini adalah mencapai babak 16 besar, yang mereka lakukan pada edisi 2002, 2010, 2018, dan 2022. Meski belum pernah menembus perempat final, perjalanan mereka kerap meninggalkan cerita yang mengundang decak kagum.
Yang paling membekas tentu terjadi di Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu Jepang sukses membuat dunia terkejut dengan mengalahkan dua mantan juara dunia, Jerman dan Spanyol, di fase grup. Hasil luar biasa tersebut membawa mereka lolos sebagai juara grup dan membuktikan bahwa Samurai Biru bukan lagi sekadar pelengkap turnamen.
Keberhasilan Jepang dalam beberapa tahun terakhir tidak lepas dari tangan dingin Hajime Moriyasu. Pelatih berusia 57 tahun itu kembali dipercaya memimpin tim nasional setelah sukses menjaga konsistensi performa Jepang di level internasional.
Untuk Piala Dunia 2026, Moriyasu membawa perpaduan pemain muda berbakat dan sosok senior yang sarat pengalaman.
Di bawah mistar, Zion Suzuki diprediksi menjadi pilihan utama. Kiper muda yang terus berkembang itu diharapkan mampu menjadi tembok kokoh bagi pertahanan Jepang.
Sementara di lini belakang, kehadiran Yuto Nagatomo memberikan nilai lebih. Meski tidak lagi muda, pemain veteran tersebut tetap menjadi figur penting di ruang ganti berkat pengalaman panjangnya di level internasional.
Di sektor tengah, kapten tim Wataru Endo akan menjadi motor permainan sekaligus pemimpin di lapangan. Gelandang Liverpool itu dikenal memiliki kemampuan bertahan yang kuat serta mental bertanding yang tinggi.
Sedangkan lini serang Jepang dipenuhi pemain-pemain yang mampu menciptakan perbedaan. Ritsu Doan dan Daizen Maeda menawarkan kecepatan serta agresivitas, sementara Takefusa Kubo menjadi sosok yang paling dinanti aksinya. Pemain yang sering dijuluki “Messi dari Jepang” tersebut kini berkembang menjadi salah satu talenta terbaik Asia dan diprediksi menjadi senjata utama Samurai Biru di Piala Dunia kali ini.
Perjalanan Jepang menuju Piala Dunia 2026 juga menunjukkan kualitas mereka sebagai salah satu tim terbaik Asia saat ini. Dalam babak kualifikasi ronde ketiga Zona Asia, Jepang bertemu dengan Timnas Indonesia dan berhasil meraih kemenangan meyakinkan dalam dua pertemuan. Samurai Biru menang 4-0 dan kemudian kembali menunjukkan dominasinya dengan kemenangan telak 6-0.
Hasil tersebut menjadi gambaran betapa kuatnya Jepang ketika menghadapi lawan-lawan di kawasan Asia. Mereka tidak hanya mengandalkan kualitas individu, tetapi juga disiplin taktik, organisasi permainan, serta intensitas yang sulit ditandingi.
Banyak pengamat memprediksi Belanda sebagai favorit utama Grup F. Namun sejarah telah membuktikan bahwa Jepang sangat nyaman bermain sebagai tim yang tidak terlalu diunggulkan.
Mereka pernah menjungkalkan Jerman dan Spanyol ketika banyak orang meragukan peluang mereka. Karena itu, Belanda, Swedia, maupun Tunisia tidak bisa menganggap remeh kekuatan Samurai Biru.
Dengan skuad yang matang, pelatih berpengalaman, serta pemain-pemain yang tampil di liga-liga top Eropa, Jepang memiliki peluang besar untuk kembali melangkah ke babak gugur.
Selama bertahun-tahun, babak 16 besar menjadi batas tertinggi yang mampu dicapai Jepang di Piala Dunia. Namun banyak yang percaya generasi saat ini memiliki kualitas untuk melangkah lebih jauh.
Pertandingan melawan Belanda akan menjadi ujian pertama sekaligus kesempatan bagi Jepang untuk menunjukkan bahwa mereka bukan hanya wakil terbaik Asia, tetapi juga salah satu tim yang patut diperhitungkan di panggung dunia.
Jika mampu mengulangi semangat dan performa seperti yang mereka tunjukkan di Qatar 2022, bukan tidak mungkin Samurai Biru kembali menjadi mimpi buruk bagi tim-tim besar dan menorehkan sejarah baru di Piala Dunia 2026.*



