SATUMEDIA.ID – Spanyol kembali datang ke Piala Dunia dengan status sebagai salah satu favorit juara. Setelah menutup beberapa tahun terakhir dengan performa yang semakin matang dan generasi emas baru yang terus berkembang, La Furia Roja kini mengincar trofi dunia kedua dalam sejarah mereka. Langkah pertama akan dimulai saat menghadapi debutan asal Afrika, Tanjung Verde, pada laga pembuka Grup H yang berlangsung Senin (15/6/2026) pukul 23.00 WIB di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta. Stadion berkapasitas lebih dari 71 ribu penonton itu akan menjadi panggung awal perjalanan Spanyol yang juga harus bersaing dengan Uruguay dan Arab Saudi.
Jika melihat perjalanan mereka menuju Amerika Utara, sulit untuk tidak menempatkan Spanyol sebagai salah satu kandidat kuat juara. Tim asuhan Luis de la Fuente tampil dominan sepanjang kualifikasi zona Eropa. Tergabung bersama Turki, Georgia, dan Bulgaria di Grup E, Spanyol berhasil finis di puncak klasemen dengan raihan 16 poin dari enam pertandingan. Mereka mencatat lima kemenangan dan satu hasil imbang tanpa sekalipun menelan kekalahan.
Yang lebih mengesankan adalah produktivitas mereka di depan gawang lawan. Dalam enam pertandingan tersebut, Spanyol mampu mencetak 21 gol dan hanya kebobolan dua kali. Statistik itu menunjukkan keseimbangan yang selama ini menjadi ciri khas tim-tim besar; tajam saat menyerang sekaligus disiplin ketika bertahan.
Kekuatan terbesar Spanyol musim ini bukan hanya terletak pada kualitas individu pemainnya, tetapi juga kedalaman skuad yang dimiliki. Di bawah mistar, Luis de la Fuente memiliki kemewahan memilih antara Unai Simón, David Raya, maupun Joan García. Ketiganya tampil konsisten bersama klub masing-masing dan siap bersaing untuk menjadi pilihan utama.
Di lini belakang, Aymeric Laporte masih menjadi sosok berpengalaman yang memberikan ketenangan. Sementara Marcos Llorente datang setelah menjalani musim yang impresif bersama Atletico Madrid. Kombinasi pengalaman dan energi muda membuat pertahanan Spanyol terlihat solid sekaligus fleksibel menghadapi berbagai situasi pertandingan.
Masuk ke lini tengah, Spanyol memiliki salah satu sektor terbaik di turnamen ini. Rodri diperkirakan akan menjadi pemimpin permainan sekaligus motor utama tim. Kehadirannya semakin sempurna dengan dukungan Pedri yang dikenal kreatif dalam membuka ruang dan menciptakan peluang. Belum lagi Martin Zubimendi serta Mikel Merino yang datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah membantu Arsenal meraih gelar Liga Inggris.
Di lini depan, pilihan yang dimiliki De la Fuente juga tidak kalah mengerikan. Nico Williams terus menunjukkan bahwa dirinya merupakan salah satu winger paling berbahaya di Eropa. Mikel Oyarzabal hadir dengan modal gelar Copa del Rey bersama Real Sociedad. Namun sorotan terbesar tentu tertuju kepada Lamine Yamal. Wonderkid Barcelona tersebut kini tidak lagi dianggap sekadar pemain muda berbakat, melainkan sudah menjadi salah satu pemain paling menentukan dalam skuad Spanyol.
Melihat komposisi tim yang dimiliki saat ini, banyak pihak mulai mengaitkan perjalanan Spanyol dengan kenangan indah lebih dari satu dekade lalu. Pada tahun 2008, mereka berhasil menjuarai Piala Eropa dan membuka era kejayaan sepak bola Spanyol. Dua tahun kemudian, mereka mengangkat trofi Piala Dunia pertama dalam sejarah setelah mengalahkan Belanda di final Afrika Selatan 2010.
Menariknya, ada pola yang membuat para pendukung La Furia Roja mulai bermimpi. Pada 2024, Spanyol kembali menjuarai Piala Eropa setelah mengalahkan Inggris di partai final. Kini, dua tahun setelah kesuksesan tersebut, mereka datang ke Piala Dunia 2026 dengan skuad yang lebih matang dan penuh talenta. Apakah sejarah akan kembali berulang seperti yang terjadi pada era emas sebelumnya?
Jawaban dari pertanyaan itu tentu belum bisa diberikan sekarang. Namun satu hal yang pasti, Spanyol tidak datang ke Amerika Utara hanya untuk meramaikan persaingan. Mereka datang dengan kualitas, pengalaman, dan keyakinan bahwa trofi Piala Dunia bisa kembali dibawa pulang ke Madrid. Dan perjalanan menuju mimpi besar itu akan dimulai dari laga melawan Tanjung Verde. Sebuah pertandingan yang mungkin terlihat sederhana di atas kertas, tetapi bisa menjadi langkah pertama menuju akhir yang sangat istimewa.*




