SATUMEDIA.ID – Lionel Messi kembali membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Di saat banyak pemain seusianya sudah menikmati masa pensiun, sang kapten Argentina justru masih menjadi pusat perhatian di panggung terbesar sepak bola dunia. Pada laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026, Rabu (17/6/2026) 08:00 WIB, Messi tampil luar biasa dengan mencetak hattrick dan membawa Argentina menang meyakinkan 3-0 atas Aljazair.
Pertandingan yang berlangsung di Arrowhead Stadium itu praktis menjadi panggung pribadi bagi megabintang berusia 39 tahun tersebut. Sejak peluit awal dibunyikan, Argentina langsung mengendalikan jalannya laga dan membuat Aljazair kesulitan mengembangkan permainan. Dominasi La Albiceleste akhirnya berbuah gol pada menit ke-17.
Menerima umpan terobosan matang dari Rodrigo De Paul, Messi bergerak cerdik di antara lini pertahanan lawan. Dengan sentuhan pendek untuk membuka ruang, ia kemudian melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan kiper Aljazair, Luca Zidane, putra legenda Prancis Zinedine Zidane. Gol tersebut menjadi pembuka pesta Argentina sekaligus menegaskan bahwa insting mencetak gol Messi masih setajam dulu.
Keunggulan satu gol membuat Argentina semakin percaya diri. Namun Aljazair tetap mampu bertahan hingga babak pertama berakhir. Memasuki paruh kedua, barulah kualitas individu Messi benar-benar berbicara.
Pada menit ke-60, peraih delapan Ballon d’Or itu kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk menggandakan keunggulan Argentina. Enam belas menit kemudian, Messi melengkapi malam sempurnanya dengan gol ketiga yang memastikan hattrick sekaligus mengunci kemenangan 3-0 bagi sang juara bertahan.
Setelah menyelesaikan tugasnya dengan sempurna, Messi ditarik keluar pada menit ke-80 dan digantikan oleh Nico Paz. Ribuan pendukung Argentina yang memadati stadion pun memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk apresiasi atas penampilan luar biasa sang kapten.
Selain membawa Argentina meraih tiga poin penting, pertandingan ini juga memiliki makna historis bagi Messi. Laga melawan Aljazair membuatnya resmi menjadi pemain pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia berbeda, yakni 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026. Sebuah pencapaian yang semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang sejarah sepak bola.
Tak hanya itu, tiga gol yang dicetaknya juga mengantarkan Messi menyamai rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 16 gol. Catatan tersebut berpeluang besar pecah apabila Messi kembali mencetak gol pada pertandingan berikutnya bersama Argentina.
Menurut data SofaScore, performa Messi memang nyaris sempurna. Ia mencatatkan 57 sentuhan bola, melepaskan enam tembakan dengan tiga di antaranya berbuah gol, mengirimkan 30 umpan akurat termasuk dua umpan kunci, serta memenangkan dua tekel dari dua percobaan. Statistik tersebut menunjukkan bahwa pengaruhnya tidak hanya terlihat dalam urusan mencetak gol, tetapi juga dalam membangun permainan tim.
Atas penampilan gemilang tersebut, Messi pun dinobatkan sebagai Man of the Match. Sebuah penghargaan yang terasa begitu pantas untuk pemain yang kembali menunjukkan bahwa dirinya masih mampu menjadi pembeda di level tertinggi sepak bola dunia.
Jika ini menjadi awal perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026, maka para rival patut waspada. Sebab selama Lionel Messi masih mengenakan seragam langit-putih dan terus bermain seperti ini, mimpi Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia akan tetap hidup.*





