FIFA Tolak Banding Prancis, Michael Olise Tetap Kantongi Kartu Kuning

Skuad timnas Prancis dalam latihan terakhir jelang hadapi Maroko.(instagram @equipedefrance).**

SATUMEDIA.ID – Timnas Prancis dipastikan gagal dalam upayanya menghapus kartu kuning yang diterima Michael Olise pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Paraguay. FIFA memutuskan tetap mempertahankan hukuman tersebut, sehingga winger Bayern Munchen itu kini berada dalam ancaman akumulasi kartu.

Jika Prancis berhasil menyingkirkan Maroko di perempat final yang berlangsung Jumat (10/7/2026) pukul 02.00 WIB dan Olise kembali menerima kartu kuning, maka ia dipastikan absen pada semifinal menghadapi pemenang duel Spanyol kontra Belgia.

Pelatih Prancis, Didier Deschamps, mengonfirmasi bahwa permohonan banding yang diajukan federasi sepak bola Prancis tidak membuahkan hasil. Kartu kuning Olise tetap berlaku setelah FIFA memberikan pemberitahuan resmi kepada tim.

Hukuman tersebut muncul usai Olise terlibat adu mulut dengan pemain Paraguay, Matias Galarza, pada masa injury time. Dalam insiden itu, Olise terlihat menarik jersey lawannya hingga Galarza terjatuh ke lapangan. Keputusan FIFA ini juga memunculkan perbandingan dengan kasus Folarin Balogun, yang sebelumnya mendapat pembatalan kartu merah sehingga tetap bisa memperkuat Amerika Serikat di babak 16 besar.

Laga Prancis kontra Paraguay sendiri diwarnai banyak kontroversi. Les Bleus menang tipis 1-0 lewat gol penalti Kylian Mbappe, tetapi pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi. Sejumlah pelanggaran keras luput dari hukuman kartu, termasuk aksi Gabriel Avalos yang menyikut Dayot Upamecano serta tekel keras Andres Cubas terhadap Adrien Rabiot. Bahkan, Gustavo Velazquez sempat mencoba merusak titik penalti sebelum eksekusi Mbappe.

Penampilan wasit Ilgiz Tantashev pun menuai kritik tajam dari banyak pihak. Mantan kiper Inggris Joe Hart menilai Paraguay bermain kelewat keras, sementara Thomas Hitzlsperger menyebut kepemimpinan wasit dalam laga tersebut sebagai salah satu yang terburuk sepanjang turnamen. Seusai pertandingan, Mbappe juga mengecam komentar bernada rasis yang dilontarkan seorang senator Paraguay terhadap dirinya.

Sementara itu, lawan Prancis di babak perempat final, Maroko, harus menerima kabar kurang menggembirakan. Gelandang andalan mereka, Ismael Saibari, dipastikan belum bisa tampil akibat cedera hamstring yang dialaminya saat menghadapi Kanada di babak 16 besar. Padahal, pemain yang baru bergabung dengan Bayern Munchen itu tampil impresif sepanjang turnamen dengan mencetak gol di seluruh laga fase grup dan menjadi penentu kemenangan Maroko melalui adu penalti saat menghadapi Belanda.

Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, mengakui kondisi Saibari belum memungkinkan untuk diturunkan menghadapi Prancis. Meski demikian, ia masih berharap pemain berusia 25 tahun tersebut bisa pulih apabila Maroko berhasil melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Absennya Saibari tentu menjadi kerugian besar bagi Singa Atlas yang bertekad membalas kekalahan dari Prancis pada semifinal Piala Dunia 2022.*

Pos terkait